Berita

Oknum Polisi Aniaya Remaja

LANGKAT, FaseBerita.ID – Aksi penganiayaan dan penodongan senjata api (Senpi) yang dilakukan Brigadir Teddy Pramono terhadap RE (16) berbuntut panjang. Senpi personel Polres Langkat itu ditarik oleh Propam Polres Langkat.

Kasi Propam Polres Langkat, Ipda M Sebayang, membenarkan penarikan senpi Brigadir Teddy, Rabu (24/4).

“Untuk senjata apinya sudah kami tarik. Urusan penyidikan atau tindak lanjut terhadap dugaan kasus yang dilakukannya ditangani Propam Polres Binjai,” kata M Sebayang.

Terpisah, Kasi Propam Polres Binjai Ipda Riatno mengaku, tidak dapat memberikan keterangan kepada media.

“Konfirmasi media melalui humas, maaf ya,” kata Riatno. Kassubag Humas Polres Binjai Iptu Siswanto Ginting, saat dikonfirmasi menegaskan, bahwa kasus tersebut masih tahap penyelidikan.

“Beri waktu bagi penyidik. Kalau memang nanti terbukti, sudah pasti ditahan. Karena semuanya sama dimata hukum,” tegas Siswanto.

Sebelumnya, Brigadir Teddy pernah membantah aksinya. Namun, personel Satnarkoba Polres Langkat itu mengakui saat itu sedang menjemput adiknya yang dikeroyok puluhan orang di Kebun Lada.

“Ketika saya sedang berada di rumah dan sedang tidur, istri saya mendapat telepon dari keluarga yang mengatakan adik saya dikeroyok 10 orang di Simpang Kebun Lada Binjai,” ungkapnya.

Dijelaskannya, saat itu dia melihat adiknya sudah dalam keadaan berlumuran darah di bagian kepala. Melihat itu, dia membawa adiknya untuk ke lokasi pengeroyokan guna mencari pelaku.

“Di lokasi saya berhasil mendapati 2 orang pemuda yang mengaku ikut melakukan pemukulan tersebut,” terangnya.

Selanjutnya, dirinya membawa kedua remaja (salahsatunya korban) tersebut ke Polsek Binjai Utara dalam keadaan sehat.

Namun Polsek Binjai Utara menyuruhnya untuk dibawa ke Polres Binjai.

Sekadar mengingatkan, seorang remaja berinisial RE ditodong dan dipukul pistol oleh seorang oknum polisi yang bertugas di Mapolres Langkat, Kamis (18/4) malam.

Saat itu, korban bersama temannya, Meru. Tak terima, warga Jalan Cemara, Jati Negara, Kecamatan Binjai Utara itu langsung membuat laporan ke Polres Binjai.

Laporan korban diterima dengan nomor STPL/146/IV/2019/ SPKT-A Polres Binjai, Jumat 19 April 2019. Dalam laporannya kepada polisi, RE mengaku peristiwa itu terjadi, Kamis (18/4) sekira pukul 23.00 WIB. (bam/ala/smg)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button