Berita

Oknum Kades Tanjung Mulia Dituding Kutip Dana Sertifikat Prona Rp6 Juta

RANTAUPRAPAT, FaseBerita.ID – Oknum Kepala Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, diduga mengutip dana Rp5 juta-Rp6 juta terkait pembuatan sertifikat tanah Prona yang telah berlangsung dari tahun 2013 hingga 2016.

Hal ini berdasarkan pengakuan warga Desa Tanjung Mulia berinisial AA, TW dan N yang mengaku, telah dikutip biaya terkait pembuatan serifikat tanah prona dengan besaran harga yang berfariasi mulai dari Rp5 juta hingga Rp6 juta per persil (per sertifikat).

Dari informasi yang dihimpun di desa Tanjung Mulia, dalam pembuatan sertifikat tanah, kepala dusun tidak banyak terlibat dan jumlah uang yang dikenakan tidak diketahui pihak kepala dusun, sebab masyarakat yang mengurus prona menyerahkan uangnya langsung kepada pihak kepala desa.

Hal ini diungkapkan S salah seorang mantan kepala dusun yang menjabat hingga tahun 2014, ketika dimintai keterangannya oleh wartawan. Dia menjelaskan, bahwa dirinya pada saat itu tidak banyak mengetahui, bahkan dalam pembuatan sertifikat tanah, dia tidak tahu itu prona atau non prona.

“Sepengetahuan saya, dikenakan dua juta lima ratus per persil (per sertifikat) untuk tanah perkebunan, dan itu pun langsung ke pihak desa. Kalau masyarakat menyerahkannya lebih dari itu saya kurang tahu, dan untuk mengetahui itu prona atau bukan saya tidak pernah tahu, sebab pihak desa tidak pernah memberitahukannya,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Tanjung Mulia, MN ketika dikonfirmasi menyangkal tudingan tersebut. “Itu informasi tidak benar, dan saya tidak melakukan itu, mudah-mudahan,” kata MN. (zas/ahu)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button