Berita

Oknum Jaksa Kejari Tapsel Pukuli Terdakwa Pakai Pistol

FaseBerita.ID – Seorang oknum jaksa yang bertugas Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan diduga menganiaya seorang terdakwa yang baru saja diputus bebas murni, menggunakan senjata jenis pistol.

Peristiwa itu berlangsung Rabu (26/2) sore, di dalam mobil pribadi sepulang dari Pengadilan Negeri Padangsidimpuan menuju rumah tahanan di Sipirok, Tapanuli Selatan.

Rabu itu di Pengadilan Negeri yang beralamat di Jalan Serma Lian Kosong Padangsidimpuan, Ali Soman Harahap (32) didampingi kuasa hukum Sahor Bangun Ritonga dalam menjalani sidang tatkala didakwa pasal 114 dan 111 Undang-undang Narkotika.

Ali divonis bebas oleh hakim, karena murni tidak terlibat kepemilikan maupun penggunaan narkoba jenis ganja yang diamankan oleh Polres Tapsel, pada bulan September 2019 lalu itu.

Usai pelaksanaan sidang, Ali Soman pun dibawa oleh oknum jaksa berinisial A dengan menggunakan mobil Terrios, bersama supir dan seorang anggota kejaksaan lainnya.

Di sini, baru beberapa meter keluar dari lingkungan PN, tepatnya di Jalan SM Raja, Ali Soman dipukuli menggunakan senjata jenis pistol berulang-ulang pada bagian kepalanya.

“Berulang-ulang. Saya tangkis, tapi inilah sudah berdarah-darah,” katanya usai memberikan pelaporan ke Polres Kota Padangsidimpuan didampingi pengacaranya Sahor Bangun Ritonga.

Saat dianiaya begitu, Ali Soman juga mendapat ancaman, bahwa dirinya meskipun dinyatakan bebas, tidak akan pernah tenang. “Tidak akan tenang hidupmu di luaran sini, gak lama ini kusuruh polisi nanti menjebakmu,” runut Soman yang mengalami luka robek di pelipis kanan, lebam dan lecet di wajah bawah mata kiri serta di kaki kanannya.

Usai dianiaya dan mengalami luka parah hingga mengucurkan darah, oknum jaksa itu kemudian membelikan tisu digunakan untuk mengelap darah yang melumuri wajah Ali Soman.

“Baru orang itu makan di Batunadua, saya diborgol di mobil itu. Sampai di Sipirok, saya dibawa ke Rutan. Penjaganya bertanya kenapa aku ini, aku bilang aja jatuh di kamar mandi karena itu tadi anggotanya bilang,” cerita pengangguran warga Sialogo, Kecamatan Angkola Barat itu.

Diduga, oknum jaksa itu menganiaya Ali Soman karena merasa kecewa, sebab pengakuan Ali Soman saat terdakwa persidangan di Pengadilan Negeri tidak sesuai dengan yang mereka paksakan.

Sahor, yang juga jadi dosen di Fakultas Hukum UMTS ini menjemput Soman. Olehnya, Ali Soman dibawa membuat pelaporan ke Polres Kota Padangsidimpuan dan telah diterima Kanit SPKT Aiptu Timbul H Harahap, dengan STPL bernomor; STPL/74/II/2020/SU/PSP.

“Jadi awal kasusnya itu kan saya melihat dia disidang dengan tuntutan Pasal 111 pemakai, dan Pasal 114 pengedar. Tapi terdakwa ini diarahkan mengikuti apa yang dikatakan jaksanya. Jadi, secara nurani kan kita masih menduga bahwa terdakwa belum tentu bersalah. Saya dampingi, hingga kemarin itu diputuskan bahwa si Soman terdakwa ini dinyatakan bebas murni oleh hakim,” ulas Sahor Bangun.

Terkait kasus pemukulan ini, Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan AKP Bambang Herianto mengaku telah mengetahuinya. “Akan kita tindaklanjuti,” tanggapnya. Sementara sampai hari ini, belum didapat tanggapan dari Kajari Tapsel Ardian SH terkait kasus ini. (san)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker