Berita

Oknum Guru Tersangka Cabul Itu Sudah 22 Tahun Mengajar

TAPTENG, FaseBerita.ID – JH, oknum guru yang menjadi tersangka pelecehan terhadap murid perempuan di salah satu SD di Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah, ternyata sudah 22 tahun mengajar di sekolah tersebut.

Hal itu disampaikan R Pasaribu, Kepala Sekolah tempat JH mengajar, saat berada di Kantor DPRD Tapteng baru-baru ini. Dia mengatakan, JH telah mengajar di sekolah tersebut selama 22 tahun dan baru kali ini mencuatnya persoalan pelecehan terhadap murid di sekolah tersebut. “Sudah ada 22 tahun,” ujarnya.

Disinggung apakah sebelumnya telah pernah terjadi persoalan serupa? Dia mengaku tidak pernah terjadi perlakuan pelecehan. “Nggak ada pak, baru kali ini, selama ini baiknya dia mengajar di sekolah itu, agak bisalah dia di sekolah itu, pandailah dia mengajar begitu,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan, JH merupakan salah seorang guru yang diandalkan untuk mengajar di sekolah tersebut.

“Kalau nggak ada dia di situ, susahlah saya nanti, karena guru PNS saya pun di situ cuma tiganya, guru honornya lagi (lainnya,red),” ucapnya.

R Pasaribu menjelaskan, sebelum para orang tua murid yang mengaku anaknya telah mengalami pelecehan seksual melaporkan hal itu ke polisi, pihak sekolah telah mencoba menfasilitasi perdamaian antara orangtua dan oknum guru tersebut. “Mereka nggak mau berdamai, mereka tetap bertahan. Mungkin pengaruh yang lain, saya sudah minta agar berdamai, komite juga,” katanya.

Dia menuturkan, dalam pertemuan saat itu, para murid yang mengaku sebagai korban juga dihadirkan, dan mempraktikkan dugaan pelecehan yang dialami. “Dipanggil murid, dipraktikkan, tapi saat itu dibantah oleh guru (JH,red) itu,” tuturnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Tapteng Darma Bhakti Marbun mengaku heran atas adanya usulan perdamaian yang ditawarkan pihak sekolah.

Menurutnya, usul perdamaian sebaliknya memunculkan kecurigaan, pelecehan seksual itu memang benar terjadi.

“Seharusnya kepala sekolah menyelidiki lebih jauh,” ucapnya.

Baca juga: Oknum Guru Ditahan Pasca Dilaporkan Cabuli 20 Murid SD

Hal senada juga disampaikan Basir Situmeang, Anggota DPRD Tapteng. Menurutnya, adanya usul berdamai tentu ada yang salah, untuk itu, ia berharap jangan ada sikap hendak membela.

“Kalau berdamai tentu ada yang salah, kan begitu menurut pandangan saya. Jangan ada itikad mau membela, kasihan mental anak-anak, kalau dia salah ya salah, ya kalau memang tidak salah, ya kita juga tidak ingin ada yang terzolimi, harus diselidiki ini,” katanya.

Bupati Tapteng Berang

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani mengecam perbuatan tersangka JH, oknum guru yang diduga melakukan tindakan pelecehan terhadap siswi SD di Kecamatan Badiri, Tapteng.

Bahkan bupati menegaskan, akan memecat oknum guru berstatus PNS tersebut apabila benar terbukti melakukan tindakan pelecehan seksual itu. “Saya pastikan dipecat,” tegas Bakhtiar, Rabu (2/10/2019).

Untuk itu, Bakhtiar mengimbau seluruh pihak berpartisipasi aktif dalam pencegahan agar kasus serupa tidak terulang lagi. “Orang tua harus aktif melihat perkembangan anaknya dan harus dekat dengan anak, luangkan waktu cerita sama anak-anak kita,” katanya.

Terutama pihak sekolah, lanjut Bakhtiar, kiranya agar melakukan upaya-upaya prefentif terus dilakukan. Anak-anak adalah generasi masa depan yang harus dijaga agar tidak rusak di masa belia.

“Kepala sekolah dan guru harus saling memperhatikan sesama guru, sifat dan tingkah temannya sesama guru,” imbaunya.

Sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual terhadap 15 murid sekolah dasar ini terungkap pada Sabtu (28/9) akhir pekan lalu, saat para korban dibawa orangtuanya melapor ke Mapolres Tapteng yang didampingi Anggota DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumori.

Usai menerima laporan, Polres Tapteng menahan JH dan menetapkannya sebagai tersangka. Menurut Kasatreskrim Polres Tapteng AKP Dodi, pelapor bukan hanya 15 korban. “Masih ada 5 korban lagi yang hendak melaporkan kasus serupa,” kata Dodi. (dh)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker