Berita

Oknum Guru ‘Nakal’ Diganjar Mutasi

HUMBAHAS, FaseBerita.ID – Debora Lumbantoruan, guru SMAN 1 Lintongnihuta, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) direkomendasikan hukuman pembinaan karena dinilai melanggar kode etik sebagai tenaga pendidik.

Kuat dugaan hal ini erat kaitannya dengan dugaan praktek Pungli yang dilakukannya di sekolah tersebut dan sempat viral di media sosial (facebook).

Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Provinsi Sumatera Utara wilayah Humbahas-Taput, Samsul Purba membenarkan hal itu. Dikatakan, hukuman pembinaan yang direkomendasikan kepada Debora berupa mutasi ke sekolah lain.

“Rekomendasi tersebut merupakan pembinaan kepada yang bersangkutan agar tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama ke depan,” ujar Samsul saat dikonfirmasi melalui selulernya, Selasa (9/7/2019).

Samsul juga mengatakan bahwa mutasi tadi merupakan salahsatu bentuk pembinaan ringan bagi ASN yang melanggar etika profesi sebagai abdi negara.

“Pembinaan yang diberikan adalah kategori ringan untuk ASN. Kalau pembinaan berat, sudah penurunan pangkat atau pemecatan,” tukasnya.

Lebih lanjut, Samsul mengutarakan, untuk tahun ajaran baru 2019, Debora Lumban Toruan tidak lagi mengajar di SMAN 1 Lintong Nihuta, tetapi di salah satu SMAN yang jauh dari sekolah tempatnya bertugas sebelumbya.

Ditanya terkait lokasi unit yang baru tempat bertugas Debora, Samsul enggan menjawab. “Masih menunggu SK, namun sudah pasti. Karena sudah kita rekomendasikan agar guru tersebut dimutasi jauh dari sekokah asal. Kita lihat saja nanti setelah SK Provinsi sampai kepada yang bersangkutan,” katanya.

Sebelumnya dikabarkan, oknum guru/ wali kelas XII IPA 1, SMAN 1 Lintongnihuta diduga melakukan pungutan liar (Pungli) di SMA Negeri 1 Lintong Nihuta. Modus pungli tadi pengisian raport  dan perbaikan nilai untuk masuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2019.

Nilai pungli untuk pengisian raport Rp100 ribu sementara perbaikan nilai masuk SNMPTN Rp500 ribu. (sht)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close