Berita

Oknum Caleg Ngaku Bisa Urus Pindah Napi

FaseBerita.ID – Berawal dari pertemuan meminta dukungan suara di Pemilihan Legislatif (Pileg), uang Rp 65 juta milik Purnama Silalahi justru tak kembali dari tangan oknum Caleg Kota Siantar bernisial EYMS. Menurut Purnama Silalahi, uang itu diberikan secara ditransfer ke rekening Caleg Nasdem tersebut.

Purnama Silalahi menjelaskan, uang ditransfer setelah muncul perbincangan dan kesepakatan untuk membantu dirinya memindahkan salah satu napi kasus narkoba berinisial S dari Lapas Jambi ke Lapas Pematangsiantar. Untuk perpindahan itu, Purnama Silalahi mentransfer uang sebesar Rp 65 juta tanggal 27 November 2018 silam.

“Sesuai rencana dalam perjanjian napi tersebut akan dipindahkan Desember. Saya mengiyakan perkataan EYMS karena mengaku bisa memindahkan napi. Nanti bisa saya urus ke Kanwil, ke Dirjen dan lainnya. Itu katanya, tetapi janji itu tak kunjung terwujud” jelasnya, Minggu (31/3) usai memberikan kuasa kepada penasehat hukumnya untuk membantu menyelasaikan kasus ini.

Kata Purnama Silalahi, EYMS datang ke rehabilitasi karena kebetulan tempat tinggalnya tidak jauh dari rehabilitasi Minyak Narwastu yang dipimpin Purnama Silalahi di Jalan Sibatu-batu. Mengingat janji tak terpenuhi, Purnama Silalahi memutuskan meminta uang tersebut dikembalikan.

“Kami minta uang karena tidak kunjung terealisasi janji yang disampaikan,” katanya.

Baca juga:  Caleg Gerindra Ditangkap Pesta Sabu di Batam

Namun EYMS mengaku bahwa uang tersebut sudah dikembalikan kepada suaminya yaitu Benjamin Sidabutar.

Tindakan yang dilakukan EYMS dinilai tidak tepat apalagi saat itu hubungan Purnama Silalahi dengan suaminya sedang bermasalah hingga akhirnya memutuskan cerai lewat pengadilan.

“Katanya dia yang langsung mengantar di depan pengacaranya Jonly Sinaga. Harusnya pengembalian ke saya karena hubungan saya dengan mantan suami tidak ada lagi. Memang saat itu saya belum cerai dengan suami. Tapi yang jelas, siapa yang memberikan uang maka harus kepada yang memberikan uang itulah diberikan,” katanya.

“Lagian, selama ini tidak ada hubungan antara saya dengan manta suami selama tiga tahun ini. Saat itu belum cerai, apalagi kaitannya dengan masalah rencana memindahkan napi serta uang yang saya transfer. Kenapa kepada mantan suami saya diberikan? Kecuali ada pembicaraan sebelumnya. Ini kan tidak ada. Makanya kita melihat ada etikad tidak baik. Atas persoalan ini akan saya laporkan ke pihak polisi dengan dugaan penipuan,” jelasnya.

Menanggapi itu, EYMS meminta agar langsung meminta penjelasan melalui penasehat hukumnya, Jonli Sinaga. Dan secara terpisah Jonli Sinaga menyangkal tuduhan penipuan yang dialamatkan kepada kliennya.

“Kami tangkap karena ibu Purnama itu berpacaran sama si Sulaiman. Padahal statusnya masih suami istri dengan klien saya pak Sidabutar (Benjamin). Jadi mau diurusnya katanya pacarnya itu untuk pindah. Jadi sebelum dikasih uang itu (mungkin kepada oknum tertentu), kami tangkap ibu Sianipar (EYMS yang menerima transferan uang). Jadi jangan mengada-ngada boru Silalahi itu (Purnama),” katanya.

Uang yang diambil dari EMYS, kata Jonli Sinaga adalah harta gonogini dan tindakan itu dinilainya berhak dilakukannya dengan Benjamin Sidabutar. Selain itu juga, Jonli Sinaga mengaku bahwa Benjamin Sidabutar sedang membuat laporan polisi karena tindakan Purnama Silalahi yang merentalkan mobil kepada orang lain. Laporan dibuat lantaran pembagian harta gonogini belum terjadi pasca perceraian. (pam/esa)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button