Berita

Nyuri Hp di Masjid Residivis Ditangkap

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Seorang pria berinisial RL (35) warga Jalan Oswald Siahaan, Kelurahan Sibolga Ilir, Sibolga Utara, mendekam kembali di sel tahanan Polres Sibolga. RL terbukti mencuri sebuah HP milik Asrul Sani (41) dari sebuah masjid di komplek Pelabuhan Pelindo atau yang akrab disebut dengan Pelabuhan Sambas Sibolga, Kamis (31/10/2019). Dia ditangkap dari sebuah rumah di daerah Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, lima hari kemudian, tepatnya Selasa (5/11/2019) lalu.

Menurut Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, penangkapan tersebut dilakukan setelah menerima laporan dari pemilik HP. Dalam laporannya, korban mengaku saat itu dia sedang beristirahat di dalam masjid. Sebelumnya, dia sudah memastikan pintu dan jendela masjid telah dikunci denga baik. Sebelum terlelap, dia meletakkan HP merk Xiaomi Redmi 6A miliknya di samping kanan kepalanya.

Sekira pukul 04.00 WIB kemudian, dia terbangun dan kaget saat melihat pintu dan jendela masjid telah terbuka. Dia tambah kaget saat melihat HP miliknya sudah raib dari sampingnya. “Saksi masuk ke rumah ibadah sekira pukul 01.00 WIB. Setelah mengunci pintu dan jendela, sebelum tidur dia meletakkan HP-nya di samping kepalanya. Sekira pukul dia terbangun dan melihat pintu dan jendela terbuka. HP-nya pun sudah tidak ada lagi,” kata Sormin menceritakan keterangan korban, Senin (11/11/2019).

Sementara, menurut pengakuan RL yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut, aksi pencurian itu dilakukannya bersama dengan seorang teman yang hingga kini masih dicari petugas. Caranya, dengan mencongkel jendela masjid menggunakan sebuah obeng. “Yang merusak jendela dan masuk ke dalam mengambil HP adalah teman tersangka yang namanya telah kita kantongi. Sedangkan tersangka menunggu di luar sambil memantau situasi,” terangnya.

Kemudian lanjut Sormin, HP tersebut dijual oleh temannya kepada seseorang dengan harga Rp700 ribu. Dari hasil penjualan tersebut, tersangka memperoleh bagian sebesar Rp210 ribu. “Dari Rp700 ribu, tersangka mendapat bagian Rp210 ribu. Uangnya sudah habis dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Sormin.

Dari data Kepolisian, diketahui kalau tersangka sebelumnya merupakan residivis. Dia pernah dihukum selama 1 tahun dalam kasus yang sama pada tahun 2014 di Lapas Tukka. “Tersangka belum berumah tangga,” tukasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka di tahan di RTP Polres Sibolga dan dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 4 Subsider pasal 362 Jounto Pasal 55, 56 dari KUHPidana. Dengan ancaman hukuman 7 tahun. (ts)

Universitas Simalungun  
Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close