Berita

Nunggu Pembeli Sambil Hisap Sabu, 2 Supir Travel di Tangkap di Hotel

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Satuan Narkoba Polres Sibolga berhasil mengamankan dua supir travel Sibolga-Medan di sebuah hotel di Jalan Patuan Anggi, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, beberapa hari lalu.

Dari tangan kedua pria yang diketahui berinisial YS (47) dan PRS (40) tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dua bungkus sabu-sabu, bong atau alat hisap sabu, dua unit HP dan sebuah dompet.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja dalam keterangan persnya yang disampaikan Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin mengatakan, penangkapan keduanya bermula dari adanya informasi masyarakat yang diterima.

“Kemudian, Kasat Narkoba AKP E Panjaitan memerintahkan untuk melakukan penyelidikan,” kata Sormin, Senin (22/4). Saat petugas mencoba menelusuri, ternyata benar, di dalam sebuah kamar hotel di jalan Patuan Anggi, petugas menemukan keduanya usai menghisap sabu.

“YS merupakan warga Jalan AR Hakim Gang Kolam Lorong Purnawirawan, Kecamatan Tegal Sari II, Medan. Sedangkan PRS, warga Jalan Hos Cokroaminoto Wek IV, Kecamatan Padang Sidimpuan Utara, Padang Sidimpuan,” ungkapnya.

Saat diperiksa di Polres Sibolga, kedua pria yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini mengaku memperoleh barang haram dari seorang pria di Medan.

Bermula saat PRS bertemu dengan YS di Medan. “PRS menghubungi YS dan mengatakan kalau dia mau berangkat dari Sibolga ke Medan. Setibanya di Medan, YS menjemput PRS dan membawanya ke rumahnya,” terang Sormin menceritakan keterangan kedua tersangka.

Tiba di rumah YS, PRS mencoba meminjam uang YS. Saat itu YS bukannya memberi uang malah menawarkan sebuah pekerjaan sampingan, yakni mengantarkan sabu kepada seseorang yang sudah memesan, di Sibolga. Karena butuh uang, PRS kemudian menyetujuinya. Keduanya pun berangkat bersamaan ke Sibolga.

“PRS butuh uang, kemudian YS mengatakan, oke bentar kuhubungi dulu temanku, mana tau ada kerjaan yang dikasihnya. YS lalu menghubungi PRS dan mengatakan, Bang ada temanku cari sabu dan nanti malam dia berangkat ke Sibolga dan dia mau 0,5 ons. Temannya menjawab, oke tunggu saja di simpang Jalan SM Raja. Tiba di loket travel, teman (pemilik sabu) YS datang dan memberikan sebuah dompet kecil berbahan kain warna biru berisi dua bungkus sabu-sabu. Kemudian dompet disimpan YS ke dalam saku bajunya. Selanjutnya, orang tersebut memberikan nomor HP pemesan sabu di Sibolga pada PRS. Keduanya kemudian berangkat dari Medan menuju Sibolga,” pungkasnya.

Keesokan harinya, sekira pukul 6.00 WIB, keduanya tiba di Sibolga dan langsung menuju salah satu hotel di Jalan Patuan Anggi. Sekira pukul 9.00 WIB, PRS mencoba menghubungi nomor yang diberikan pemilik sabu. Sambil menunggu pembeli, keduanya kemudian mengosumsi sebagian sabu-sabu tersebut dengan bong yang telah mereka siapkan.

“PRS menghubungi pasien (pembeli) sesuai dengan nomor simcard, untuk mengetahui apakah jadi mengambil sabu-sabu yang telah dibawa. Sambil menunggu keduanya mengambil sebahagian sabu-sabu dan mengonsumsi dengan menggunakan alat hisap atau bong, yang terbuat dari botol mineral tutup botol biru melekat pipa kaca bekas bakaran sabu,” kata Sormin.

Usai asyik menghisap sabu, tiba-tiba pintu kamar diketuk seseorang. Keduanya menyangka kalau pembeli yang telah datang. Namun diluar dugaan, ternyata orang yang ada dibalik pintu tersebut adalah petugas yang langsung mengamankan keduanya.

“Setelah selesai mengonsumsi sabu-sabu, pintu kamar diketuk dan dugaan bahwa orang yang akan menjemput sabu-sabu. Sehingga PRS membuka pintu kamar dan ternyata adalah petugas. Sehingga keduanya diamankan,” tandasnya.

Menurut kedua tersangka, sabu-sabu seberat 51,3 gram tersebut seharga Rp40.000.000. Dari hasil penjualan, mereka akan dapat imbalan sebesar Rp2.500.000.

“Sabu-sabu itu belum dibayar. Tapi, kalau sudah terjual, mereka akan dapat imbalan Rp2,5 juta,” kata Sormin.

Keduanya kini ditahan di RTP Mapolres Sibolga. Atas perbuatannya, keduanya dikenakan pasal 114 ayat 2 Subsider pasal 112 ayat 2 Jounto pasal 132, dari Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. (ts/osi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button