Berita

Novalina Ternyata Unggul 1 Suara

FaseBerita.ID – Dalam rapat, Novalina Hutapea memaparkan sekilas kronologis hasil Pilpanag Nagori Tiga Bolon saat itu. Diceritakan, setelah selesai pemilihan, semua calon disuruh pulang oleh Ketua Maujana dan Ketua Panitia supaya menjaga kericuhan dan menjaga kesehatan para calon.

Atas imbauan tersebut, semua calon (saat itu ada 5 calon) pulang ke rumah masing-masing. Pada saat penghitungan suara, perolehan suara calon No 4 yakni Nova Hutapea memperoleh 521 suara. Nomor urut 5 sebanyak 520 suara.

“Saat itu juga Ketua Pilpanag mengumumkan pemenangnya adalah nomor 4 dengan perolehan 521 suara. Namun setelah saksi-saksi pulang ke rumah untuk memberitahukan kemenangan saya, sekira 20 menit kemudian datanglah telepon dari panitia bahwa perolehan suara nomor 4 dan nomor urut 5 draw atau seri,” terangnya.

Mendengar kabar tersebut, pihaknya tidak langsung membuat surat keberatan berhubung panitia yang selalu ditanyai tidak dapat memutuskan siapa pemenangnya.

“Setelah kami tanya panitia siapa pemenangnya, mereka tidak bisa memutuskan siapa pemenangnya karena draw,” terangnya.

Panitia pernah mengundang Nova supaya rapat pada hari Jumat saat itu. Ternyata tiba hari Jumat tidak jadi, atau ditunda menjadi hari Senin.

“Lalu datang Pak Lamhot Haloho mengundang saya dan Nomor 5 bertemu dengan Bupati Simalungun JR Saragih. Di sana Bupati memerintahkan DPMPN supaya menyelesaikan masalah ini dengan membuka kotak suara, karena laporan Maujana dan Ketua Panitia tidak sinkron,” ujarnya. “Itu dibilang Bupati, ada rekamannya kok,” tambahnya.

Nova Hutapea kemudian menegaskan, pihaknya hanya mempertahankan hak suaranya. Meskipun suara draw setelah kotak dibuka, pihaknya siap mundur dan legowo.

“Saya tau peraturan perundang-undangan. Tapi saya tidak boleh dibodohi. Sudah dua kali saya meminta buka kotak suara. Bahkan surat keberatan ke DPMPN juga sudah saya lakukan. Tapi sampai sekarang balasan surat itu tidak ada. Itu yang tidak bisa kami terima,” tegasnya. (Mag05/des)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close