Berita

Ngatijan Toha: Karakter “Momong, Momor dan Momot” Ada di Sosok RHS

FaseBerita.ID – Mantan Wakil Ketua DPRD Simalungun, Ngatijan Toha, berbicara mengenai sosok Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS).

Di matanya, Radiapoh adalah figur yang tepat untuk membangun Kabupaten Simalungun, sehingga layak diberi kesempatan.

Ngatijan Toha yang sudah merasakan tiga periode menjadi anggota DPRD Simalungun sejak 1992 hingga 2004, dan  kini aktif sebagai pelestari budaya di Kecamatan Tanah Jawa mengatakan, Radiapoh adalah sosok pekerja keras, gigih, ulet dan terutama penyabar.

“Saya kenal belum lama. Saya belajar mengikuti perjalanan panjang beliau. Saya melihat beliau pekerja keras, gigih, ulet. Tapi yang saya salut sama RHS, dia orang yang sabar. Jadi kondisi inilah yang mendorong saya untuk katakanlah mendukung RHS,” ujar Ngatijan.

Ngatijan menyampaikan, karakter RHS sudah teruji. Hal itu dilihat dari kemampuan RHS membangun usahanya seperti yang diketahui oleh masyarakat.

Hal ini juga yang menurut Ngatijan kiranya dapat diimplementasikan RHS bila terpilih sebagai Bupati Simalungun Periode 2021-2024. RHS katanya, punya modal besar dalam membangun manusia yang berkarya.

“Saya melihat sosok seperti ini yang dibutuhkan Simalungun. Masyarakat Simalungun butuh pekerja keras, gigih, teguh, dan sabar. Ini dibuktikan dirinya sehingga sukses,” ujar Ngatijan

“Kurang lebih 1 juta jiwa masyarakat Simalungun. Inilah sosok yang dibutuhkan. Beliau akan mampu menjawab masyarakat,” tambahnya.

Melihat dari pandangan tradisional Jawa, Ngatijan menyebut RHS memiliki nilai 3 M, namun bukan uang. Modal 3 M itu adalah Momong, Momor, dan Momot.

Momong sendiri, terang Ngatijan adalah sosok yang mampu menjaga orang. Ini dibuktikan dengan kemampuan dia memanage perusahaan dengan banyak karyawan dan banyak etnis.

Kedua adalah momor yang diartikan sebagai watak orang yang mau membaur.

“Sosok RHS mau membaur dengan masyarakat. Kalau sudah membaur berarti sudah mendengar,” katanya.

Adapun terakhir Momot adalah sosok yang mampu mewadahi berbagai kepentingan masyarakat.

“Menurut saya sebagai orang Jawa. Radiapoh Hasiholan layak memimpin Simalungun dengan 3 M,” jelasnya.

Ngatijan menyampaikan RHS yang berpasangan dengan Zonny Waldi merupakan formasi yang ideal sebagai pemimpin Kabupaten Simalungun. RHS berlatar pengusaha dan Zonny Waldi adalah birokrat.

“Saya lihat begini ya. Bupati punya pendamping. Zonny Waldi itu punya kemampuan dalam bidang birokrasi. Saya pikir gabungan RHS-ZW ini menjadi jawaban dan ideal. Saya pikir masyarakat Simalungun cukup cerdas dan bangga bila dipimpin Radiapoh,” ucapnya.

Pria yang belakangan diketahui akan menginjak usia 70 tahun menyampaikan beberapa pekerjaan rumah di Kabupaten Simalungun yang harus dikuasai seorang pemimpin. Pekerjaan rumah inilah yang harus disesuaikan dengan visi misi pasangan RHS-ZW.

“PR dia tidak terlalu besar. Kaitannya dengan visi misi dia. Sektor sektor ekonomi. Kemudian di bidang pekerjaan, bagaimana membangun lapangan kerja. Pemuda yang belum bekerja di Simalungun ini perlu dikaryakan. Ada Pendidikan. Terakhir yang paling urgent bagaimana birokrasi untuk membangun Simalungun,” ujarnya. (rel)





Back to top button