Berita

Nenek Ini Hidup Sebatang Kara dan Sakit-sakitan

Nak, Datang dan Jenguklah Mamak...

FaseBerita.ID – Hidup di usia senja dengan tubuh tak berdaya karena sakit-sakitan bukanlah perkara mudah untuk dilalui Rosmawati Boru Tamba (60) warga Kelurahan Tambun Timur, Pematangsiantar.

Tinggal sebatang kara, serta hidup dalam keterbatasan membuatnya semakin memprihatinkan. Bahkan, untuk minum saja, dia harus mengandalkan air hujan.

Nenek ini tinggal di sebuah rumah yang tidak layak huni di Kelurahan Tambun Timur, Pematangsiantar. Ia juga sudah lama pisah dengan suaminya.

Amatan wartawan, Kamis (20/8) Rosmawati tak lagi bisa berjalan setelah mengalami kecelakaan sepulang berdagang. Dia hanya bisa duduk di sebuah ranjang kecil dalam rumahnya.

Untuk keperluan sehari-hari dia meminta bantuan kepada orang yang lewat. Sesekali jika tidak ada bantuan makan atau air minum, lansia itu harus mengandalkan air hujan untuk mandi dan minum.

Wanita yang ditinggal anak dan suaminya itu hanya mengharapkan bantuan dari dermawan yang lewat.

“Anakku tak ada yang di sini. Semua jauh. Ada yang di Kalimantan dan Pekan Baru. Makanya saya sendirian di sini,” kata Rosmawati.

Ia mengaku, dulu, beberapa tahun yang lalu, anaknya paling bungsu pernah datang ke Siantar. Namun, akhir-akhir ini tidak lagi.

“Nggak tau apa penyebabnya mengapa anak-anakku membiarkan aku seperti ini. Nak, datang dan jenguk kalianlah aku,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Wanita ini berharap anak-anaknya mau peduli, aalagi dengan kondisinya seperti itu. “Waktu aku sehat, mereka mau datang. Tapi setelah aku sakit, satu pun tak ada yang mau datang. Aku berharap mereka mau datang melihat aku,” sebutnya.

“Aku tinggal sendirian di rumah ini. Rumah peninggalan orangtuaku,” sambungnya sambil memegang kakinya yang sakit karena tak bisa berjalan lagi.

Mirisnya, rumah yang ditempati Rosmawati sangat memprihatinkan. Seng banyak yang bocor, dan papan sudah banyak yang lapuk. Apalagi kalau musim hujan, rumah itu banjir.

“Kalau hujan, rumah ini banjir. Kalau sudah begitu, saya tak bisa jalan, tidur pun tak bisa nyenyak. Harapanku adalah, anak-anak mau menjenguk saya,” ujarnya.

Ia juga berharap agar pemerintah mau memberikan BPJS Kesehatan baginya, agar bisa dipakai untuk berobat. Selama ini, ia hidup dengan belas kasihan orang lain dan amakn seadanya.

“Aku tak bisa melakukan apapun. Aku hanya bisa berdiam di rumah saja. Kalau mau minum dan mandi, aku pakai air hujan. Kalau tidak hujan, aku tak mandi,” sebutnya.

Mendengar informasi tersebut, Dinas Sosial Siantar langsung memberikan pelayanan kepada Rosmawati. Pemerintah kota sudah mengurus surat kependudukan dan kepesertaan BPJS Kesehatan agar lansia ini bisa dibawa berobat.

“Minggu lalu kami dapat informasi dari kelurahan. Saya langsung jemput bola. Kondisinya memang sangat prihatin. Kita dinsos memang mengurus orang miskin,” kata Kabid Dinsos Pematangsiantar, Risbon Sinaga. (ros)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button