Berita

Nelayan Tewas Tenggelam di Danau Siais

TAPSEL, FaseBerita.ID – Dua pemancing yang merupakan nelayan di Laut Natal, Minggu (24/11/2019) lalu tenggelam saat menaiki sampan dan memancing di Danau Siais, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan. Satu di antaranya tewas setelah tenggelam selama lebih dari tiga jam.

Kejadian itu bermula saat korban Irwansyah (31) bersama seorang temannya Ahmad Mudin Rangkuti (46) menaiki sampan warga, agar bisa ke bagian tengah danau. Namun tak lama berselang dari sekitar pukul 9.00 WIB pagi, perahu yang mereka naiki itu tenggelam pukul 11.00 WIB.

Warga yang menyaksikan itu kemudian berupaya mencari pertolongan dan beberapa di antara mereka mengejar korban dengan menaiki perahu ke bagian tengah danau. Satu korban dapat terselamatkan, namun Irwansyah hilang tenggelam.

“Mereka ini rombongan ada 12 orang dari Muara Parlampungan Natal (Mandailing Natal). Jadi dua orang korban, naik perahu warga ke tengah memancing,” ungkap Kepling Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Makmur Nasution.

Upaya pencarian pun terus dilakukan bersama-sama oleh warga. Menggunakan perahu dan menyelam. Hingga akhirnya berkisar tiga jam dari kejadian awal, tubuh korban ditemukan dan sudah dalam keadaan tak bernyawa. Posisinya 100 meter dari daratan.

“Korban yang selamat dibawa ke Puskesmas,” timpal Makmur.

“Perahu kami bocor uda banyak air,” kata Mudin saat akan dibawa ke praktik bidan setempat.

Sementara itu, korban yang diketahui berasal dari Desa Darussalam, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal itu jasadnya dibawa ke rumah duka. Istri korban, Nurhasanah (31) pun menerimanya.

Nurhasanah, menurut Kepala Desa Darussalam Mahmuddin Rambe, bisa menerima peristiwa itu sebagai musibah dan tidak akan menuntut dikemudian hari serta tidak melakukan proses autopsi. Seperti dalam surat pernyataan yang ditandatanganinya di atas lembaran materai.

Sementara tetangga korban, menyebutkan bila yang mereka ketahui selama ini korban bekerja sebagai nelayan di Laut Natal. Merantau ke sana meninggalkan istrinya. Sebab tak ada pekerjaan di kampung.

“Jadi pelaut (nelayan) di sana. Jadi semacam merantau lah. Di sini pun sebelumnya nggak ada kerjaan dia (korban),” terang tetangga yang enggan namanya dituliskan.

Sementara itu pihak kepolisian, belum memberikan keterangannya terkait dengan peristiwa ini. (san/osi)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close