HUT RI
Berita

Nelayan Ditemukan Tewas Setelah Hilang Selama 22 Jam

TAPTENG, FaseBerita.ID – Iries Manullang (58) warga Desa Pasar Sorkam, Kecamatan Sorkam Barat, Tapanuli Tengah, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Minggu (5/1) sekira pukul 07.00 WIB. Sebelumnya nelayan tradisional ini dikabarkan hilang tenggelam saat memancing menggunakan sampan sehari sebelumnya.

Informasi dihimpun, awalnya Iries Manullang seperti biasa pergi berlayar untuk mencari nafkah dengan menggunakan perahu sampan atau yang lebih akrab dikenal masyarakat Tapanuli Tengah dengan sebutan perahu kutuk-kutuk.

Menurut Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Sukamat didampingi Kapolsek Sorkam Iptu Sumarno melalui Kasubbag Humas Iptu R Sipahutar dalam keterangan tertulisnya membenarkan adanya peristiwa penemuan jenazah korban itu.

Sipahutar menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi Wil Marbun yang saat itu sedang bersama anaknya Anwar Marbun sedang menjaring dan memancing ikan di Pulau Sorkam. Pada Sabtu (4/1) sekira pukul 10.15 WIB, mereka melihat perahu korban terombang-ambing dengan keadaan hidup mesin.

Karena merasa penasaran, selanjutnya ayah dan anak itu mendatangi perahu korban. Namun saat didekati, mereka tidak melihat pemilik perahu tersebut.

Karena menyaksikan hal yang tidak biasa itu, secara spontan Wil dan anaknya langsung mencari pertolongan pertama. Mereka pun mendatangi rekan lainnya bernama Muhitdin yang lokasinya tidak jauh dari Pulau Sorkam.

Selanjutnya mereka melakukan pencarian singkat, namun tidak berhasil menemukan korban.

Tak lama kemudian, mereka melaporkan hal itu kepada Kepala Desa Sorkam. Laporan pun dilanjutkan kepada pihak berwajib.

Kemudian personel Polsek Sorkam bersama Kapolsek Iptu Sumarno yang menerima laporan langsung menuju lokasi bersama tim Basarnas Kota Sibolga. Petugas langsung melakukan pencarian bersama warga sekitar. Namun dalam pencarian yang dilakukan seharian itu, tidak membuahkan hasil.

Sementara itu Koordinator Pos SAR Sibolga Hari Susanto yang dihubungi wartawan Koran ini pada Minggu (5/1) melalui telepon selulernya mengatakan bahwa pihaknya langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan operasi SAR terhadap korban, begitu mendapat informasi.

“Awalnya kita lakukan pencarian bersama tim SAR gabungan, namun belum membuahkan hasil,” kata Susanto.

Namun mereka tak menyerah, di hari kedua, tepatnya Minggu, pencarian dilanjutkan sejak pagi hari. Sekira pukul 07.00 WIB, pencarian membuahkan hasil. Jasad korban ditemukan di Pulau Sorkam. “Selanjutnya kita melakukan evakuasi terhadap jenazah korban dari Pulau Sorkam ke rumah keluarganya guna dilakukan pemakaman. Dan hari ini (kemarin, red) jasad korban langsung dimakamkan oleh keluarga,” tukas Hari Susanto. (tam)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button