Berita

Nelayan Ditangkap Bawa Sabu: Dikendalikan Oknum Napi dari Lapas Tukka

FaseBerita.ID – Polisi mengungkap peredaran narkoba jenis sabu. Kali ini barang bukti sabu yang ditemukan seberat 9,12 gram dari pelaku yang diketahui berinisial MAHS (43) warga Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas.

Menurut keterangan MAHS, sabu tersebut diperoleh dari seseorang atas suruhan napi Lapas Tukka.

Diterangkannya, akhir Januari 2020, oknum napi tersebut meneleponnya dan menyuruhnya menerima sabu dari seseorang yang diutusnya.

“Pada hari dan tanggal yang tak diingatnya lagi, pastinya sekira akhir Januari, dia ditelepon oknum napi tersebut. Kau ambil dulu barang saya dari orang yang saya suruh dan nanti, saya suruh menjumpaimu di tangkahan. Tak lama kemudian, orang tersebut datang dan menunggu di samping tangkahan. MAHS kemudian menemuinya dan menerima barang titipan tersebut,” terang Kapolres Sibolga dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin menirukan pengakuan MAHS, Rabu (12/2).

Setelah menerima barang, oknum napi tersebut kembali menghubunginya, menanyakan jumlah sabu yang dia terima. “MAHS menjawab, 19 bungkus. Masing-masing-masing-masing beratnya 5 gram,” ungkapnya.

Kemudian masih kata Sormin menjelaskan keterangan MAHS, oknum napi tersebut mengarahkannya untuk memberikan barang haram tersebut kepada para pemesan tanpa menerima uang. Saat itu, berhasil terjual sebanyak 17 bungkus.

“Sehingga, sabu-sabu yang disalurkan berjumlah 17 dan bersisa dua bungkus lagi. Dia tidak menerima uang dari penerima sabu. MAHS berfikir kalau uangnya udah dibayar pada oknum napi tersebut,” kata Sormin.

Saat ayah tiga anak tersebut berdiri di pinggir Jalan KH Ahmad Dahlan, polisi menangkapnya dan menemukan sisa sabu dari saku celana dan rumahnya.

“Setelah digeledah, dari saku celana sebelah kanan ditemukan sebungkus sabu-sabu dan setelah diinterogasi, di rumahnya, yang jaraknya lebih kurang 5 meter dari lokasi penangkapan, ditemukan sebungkus lagi sabu dari dalam kamar,” pungkasnya.

Menurut pria yang berprofesi sebagai nelayan ini, oknum napi tersebut dia kenal saat menjalani hukuman di Lapas Tukka. “MAHS pernah dihukum dalam kasus narkoba pada tahun 2016 dan dihukum selama 4 tahun 2 bulan. Saat ditangkap, MAHS masih berstatus bebas bersyarat.

Usai diperiksa, polisi kemudian menetapkan MAHS sebagai tersangka dan ditahan di RTP Polres Sibolga. Kepadanya dikenakan pasal 114 ayat 2 Subsider pasal 112 ayat 2 dari Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. (ts)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button