Berita

Nelayan Demo ke Polres Tanjungbalai

Buntut Kapal Tradisional Ditabrak Kapal Trawl

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID– Kondisi keamanan dan kenyamanan mencari ikan di perairan Selat Malaka kian tidak menentu menyusul terjadinya insiden penabrakan kapal nelayan tradisional oleh pukat trawl, Rabu (8/1) sore.

Akibat insiden itu, ratusan nelayan tradisional terpaksa pulang dan menambatkan kapal-kapal mereka di Sungai Asahan tepatnya di bawah Titi Tabayang untuk menghindari bentrokan. Nelayan tradisional inipun memilih berunjuk rasa ke Polres Tanjungbalai, Kamis (09/01/2020).

Seorang korban kebrutalan pukat trawl, Nurul Ikhwan mengatakan awalnya dirinya lego jangkar di posisi 11-08 pukul 17.00 sampai pukul 19.00, Rabu (8/1). Tiba-tiba Ikhwan sangat terkejut ketika kapalnya ditabrak , dari arah belakang.

Tak sampai disitu, satu unit kapal trawl lainnya juga datang dan menabrak boat Ikhwan. Usai ditabrak, mereka juga dilempari dengan es batu dan martil besar (gadam). Sementara korban kedua, Taufik menuturkan kapalnya ditabrak saat akan menggandeng salah satu kapal nelayan tradisional lain yang tengah rusak.

Merekapun panik karena boatnya ditabrak membabi buta hingga ABK nya sempat terjatuh ke laut akibat kerasnya benturan. Puas dengan ulah mereka, kapal dengan pukat terlarang kabur meninggalkan mereka begitu saja.
Ketua KNTI Tanjungbalai Muslim mengatakan mengutuk keras insiden tersebut. Muslim berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi di lapangan dan menangkap kapal pukat tarik tersebut.

“Tentu kejadian ini peringatan kepada kita semua khususnya kepada aparat keamanan agar segera bertindak tegas atas perlakuan brutal dari kapal trwal tersebut,” tegas Muslim.

Sementara Kapolres Tanjungbalai saat menerima perwakilan nelayan berjanji akan menyelesaikan permasalahan tersebut. Kapolres menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang bersangkutan baik Lanal TBA maupun Polres Asahan.

“Kami meminta kepada nelayan agar dapat bekerjasama memberikan informasi,” ujar Kapolres saat menerima para nelayan. Unjuk rasa spontanitas itu berlangsung aman dan tertib di bawah pengawalan petugas. (ck04/rah)

 



Pascasarjana

Unefa
Back to top button