Berita

Narkotika dan 3 Mesin Jackpot Dimusnahkan Kejari Siantar

FaseBerita.ID – Kejaksaan Negeri Kota Siantar menggelar pemusnahan barang bukti 112 perkara Narkotika dan 1 perkara di halaman Kantor Kejari Siantar, Jalan Sutomo, Selasa (17/11).

Pemusnahan itu dipimpin langsung Pelaksana tugas (Plt) Kajari Kota Siantar Ismail Otto SH MHum bersama Kapolres Siantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar SIK, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Siantar Danardono SH MH diwakili Panitera Muda (Panmud) Pidana Willyanto Sitorus SH.

Hadir juga Kepala Badan Narktoka Nasional (BNN) Kota Siantar Drs Tuangkus Harianja diwakili Kepala Seksi (Kasi) Berantas Kompol Pierson Ketaren SH, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Siantar diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan kesehatan dan sumber daya kesehatan Urat Simanjuntak MKes.

Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Barang Bukti Fatah Chotib Uddin SH MKn mengungkapkan bahwa barang bukti yang dimusnahkan itu terdiri 113 perkara hasil pengungkapan dari bulan April tahun 2020 hingga November 2020. Dari 113 perkara itu terdiri 112 perkara narkotika dan 1 perkara perjudian. Untuk barang bukti narkotika yang dimusnahkan, jenis shabu sebanyak 163,83 gram, ganja sebanyak 6.825,28 Gram dan extacy sebanyak 8,85 Gram dan perjudian sebanyak 3 unit mesin jakpot.

“Untuk barang bukti narkotika jenis shabu dan extacy dimusnahkan dengan cara diblender. Kalau narkotika jenis ganja dan 3 mesin jakpot dimusnahkan dengan cara dibakar,” ujar Fatah yang baru satu bulan menjabat Kasi Pengelolaan Barang Bukti itu mengakhiri.

Sementara itu Plt Kajari Kota Siantar, Ismail Otto SH MHum didampingi Kabag Ops Polres Siantar Kompol Lamin dan Kasi Berantas BNN Kota Siantar Kompol Pierson Ketaren SH mengatakan barang bukti yang dimusnahkan itu hasil keputusan yang berkekuatan hukum tetap di persidangan PN Kota Siantar periode sejak bulan April Tahun 2020 hingga November 2020.

“Barang bukti dari hasil pengungkapan 113  kasus dan pemusnahan sesuai putusan PN Kota Siantar yang dirampas untuk dimusnahkan,” ujarnya.

Ismail menambahkan penggelaran pemusnahan barang bukti itu diharapkan agar masyarakat mengetahui setiap hasil kejahatan yang berefek samping kepada masyarakat luas pasti dimusnahkan.

“Terutama kasus narkotika karena narkotika ini salah satunya di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terbesar di Indonesia. Kalau tidak salah Sumut urutan ke tiga,” ungkap  Ismail Otto. (ros)

iklan usi



Back to top button