Berita

Narkoba Dikendalikan dari Lapas, Sabu Dijemput dari Pargodungan

FaseBerita.ID – Setelah mengamankan A alis O, polisi kembali mengamankan M alias R (22) warga Jalan Bangau, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan. M ditangkap berdasarkan informasi dari A, yang menyebut barang bukti sabu yang disita polisi dari tangannya diperoleh dari M.

Menurut Kapolres Sibolga AKBP Triyadi dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, M berhasil ditangkap setelah polisi menyuruh A untuk berpura-pura memesan sabu.

“Lokasi transaksi di salah satu penginapan di Jalan R Suprapto Sibolga. A dan petugas sudah menunggu di salah satu kamar tempat penginapan tersebut. Sekira pukul 06.00 WIB, M menghubungi A dengan menerangkan bahwa telah berada dilokasi penginapan. Kemudian A menjelaskan bahwa dia berada di kamar 301. M pun mendatangi kamar tersebut dan langsung diamankan oleh pihak yang berwajib serta menyita sebungkus serbuk kristal warna putih (sabu) terbalut plastik bening dilakban,” kata Sormin, Rabu (11/3).

M dan A berikut barang bukti digelandang ke Mapolres Sibolga. Dari hasil tes urine, M positif mengandung Amphetamine.

Kepada penyidik, M mengaku kalau sabu tersebut merupakan milik seorang napi lapas Tukka. Diterangkannya, saat berada di sebuah penginapan di jalan Dr FL Tobing Sibolga, Senin (2/3) sekira pukul 05.00 WIB, ditelpon oleh oknum napi, yang mengatakan bahwa A memesan sabu. “Si A mau mengambil sabu. M menjawab, berapa banyak dan dijawab lagi, 1 ons,” terang Sormin.

Oknum napi tersebut menyuruh M menjemput sabu pesanan A ke daerah Pargodungan, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng.

“Kau ambil di Pargodungan. Selanjutnya M berangkat naik kreta. Setelah tiba di Pargodungan, M kembali menghubungi dengan mengatakan, dimana bang sabunya, aku sudah di Pargodungan. Dan dijawab, pergi ke tiang listrik di pinggir jalan, di depan kilang kayu ada plastik warna biru. M kembali menghubungi, dengan mengatakan, ke mana kuantar dan dijawab ke hotel di Jalan R Suprapto Sibolga,” ungkapnya.

Sebelum berangkat, M awalnya sudah curiga dengan lokasi pertemuan yang dinilai tidak biasa. Karena transaksi sebelumnya, dilakukan di tangkahan. Meski demikian, M tetap berangkat mengantar sabu pesanan tersebut.

“Aku sudah di penginapan, kata M melalui telepon kepada A. A menjawab, dikamar 301 dan tunggu aku datang. Saat M menunggu dengan tangan kanan menggenggam sabu terbalut plastik bening dan dilakban, dengan tiba-tiba M diamankan oleh petugas. Kemudian disita sabu, HP merk Vivo dan uang sebanyak Rp500.000 dari saku celana. Tiba di Polres Sibolga M melihat bahwa A juga telah diamankan oleh petugas,” tukasnya.

Dari hasil pemeriksaan, M akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di RTP Polres Sibolga. Tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 Subsider pasal 112 ayat 2 Jounto pasal 132 ayat 1 dari Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.

Barang bukti yang disita berupa, 1 paket sabu ukuran sedang terbalut plastik bening dan lakban dan setelah ditimbang beratnya 111,46 gram. (ts)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button