Berita

Napi Baru Bebas Minta Uang Pakai Surat Asimilasi Covid-19: Warga Lapor ke Polisi

FaseBerita.ID – Pasca bebasnya 240 narapidana yang mendapat asimilasi Covid-19, Kasat Narkoba Polres Siantar AKP David Sinaga menegaskan kepada anggotanya agar lebih giat atau memperketat patroli.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya tindakan kriminal di Pematangsiantar. “Saya meminta anggota saya supaya lebih giat berpatroli,” kata Kasat Narkoba Polres Pematang Siantar AKP David Sinaga, Selasa (13/4).

Imbauan ini kata David, disampaikan lantaran pihaknya banyak menerima laporan dari masyarakat dengan mengatakan para narapidana yang baru saja mendapat Asimilasi mendatangi sejumlah toko dan meminta uang dengan alasan baru keluar dari Penjara sembari menunjukkan surat Asimilasi mereka.

“Sebenarnya anggota lebih banyak dikerahkan untuk menangani Covid-19, seperti penyemprotan, sosialisasi dan kegiatan lainnya. Walaupun begitu, kita juga tetap fokus untuk memberantas tingkat kejahatan di Siantar ini,” ujar David.

Untuk itu, ia meminta kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan menjadi Polisi untuk diri sendiri.

“Selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan. Untuk para napi yang telah mendapatkan Asimilasi, bertobat lah. Gunakan kesempatan yang telah diberikan negara dengan baik,” imbaunya.

Sebelumnya, sebanyak 240 Napi binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Siantar akan mendapat Asimilasi dalam rangka pencegahan peredaran Covid-19.

Hal itu disampaikan Kalapas Siantar Porman Siregar SH, Kamis (20/04) sekira pukul 12.00 WIB tepatnya di Lapas Siantar, Jalan Asahan, Kabupaten Simalungun.

“Sesuai keputusan Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia Prof Yasona H Laoli, Nomor 10 tahun 2020 terkait Asimilasi Covid-19, sebanyak 240 napi binaan Lapas Siantar mendapat Asimilasi atau dirumahkan,” kata Porman Siregar.

Para napi ini, katanya, bukan bebas kemana saja, tetapi mereka menyelesaikan masa tahanannya di rumah masing-masing bersama keluarga.

“Mereka yang bebas itu umumnya yang telah menjalani hukuman 2/3 dari lama vonis hukuman,” terangnya.

Sementara itu, untuk napi kasus narkoba yang mendapat keringanan hukuman adalah para napi yang vonis hukumannya di bawah 5 tahun penjara dan juga telah menjalani hukuman 2/3.

Menurut Porman, proses keringanan pembebasan ini masih terus berlanjut.

“Pertama pada hari Rabu (1/4) sudah ada 26 orang yang bebas. Dan hari ini Kamis (02/04) kembali kita bebaskan sebanyak 41 orang, dan masih ada tambahan lagi, yang dijumlahkan total kurang lebih 240 orang akan dibebaskan,” terangnya.

“Jadi dari semalam anggota saya sudah bekerja keras untuk merekrut seluruh binaan. Adapun para napi yang akan dibebaskan dengan persyaratan berkelakuan baik dan tertib mengikuti aturan selama masa binaan,” terangnya.

Untuk itu, seluruh narapidana yang akan di Asimilasi diimbau agar tetap di rumah semasa masa tahanannya masih belum selesai.

“Jadi mereka di rumah saja. Nanti setelah sampai di rumah masing-masing, diwajibkan untuk mengurus surat domisili di kelurahan masing-masing. Apabila ada napi yang ditemukan keluyuran atau berkerumun di salah satu lokasi, kita akan mencabut surat Asimilasinya,” tegas Porman.

Beberapa napi yang diwawacarai wartawan mengucapkan terimakasih kepada pihak pemerintah karena memberikan Asimilasi bagi mereka, sehingga bisa bertemu dengan keluarga masing-masing.

“Senanglah bang, bisa bersama keluarga kembali. Senang kali lah pokoknya,” kata beberapa Napi.

Baru Bebas, Napi Berulah Lagi

Sementara Renaldi Marpaung (31), seorang narapidana yang baru bebas karena mendapatkan status asimilasi virus corona atau Covid-19 menjadi bulan-bulanan warga yang memergokinya hendak mencuri Handphone hingga akhirnya berhasil dievakuasi petugas.

Meski sudah bertahun-tahun menjalani hukuman di rutan, namun hal itu tidak membuat Renaldi Marpaung, warga Jalan SKI, Kelurahan Aeknauli, Kecamatan Siantar Selatan, jera.

Dia kembali berulah, Senin (13/4) sekira pukul 13.00 WIB. Namun, kali ini dia beraksi dengan teman sekampungnya Jaya Siahaan (27). Beruntung aksi keduanya keburu diketahui, dan keduanya langsung diamuk massa di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Renaldi sendiri baru saja dibebaskan pihak Lapas Pematang Siantar, karena ia mendapat asimilasi berkat Covid-19 minggu lalu.

Informasi dihimpun, keduanya dihakimi warga hingga babak belur dikarenakan nekat mencuri satu unit HP Android milik Siti (26) warga Jalan Bali, Kota Pematang Siantar.

Saat diwawacarai wartawan, Renaldi Marpaung  mengakui jika dirinya baru satu Minggu menghirup udara segar setelah mendapat Asimilasi dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas), Kota Pematang Siantar, dalam rangka pencegahan peredaran Covid-19 yang mengguncang dunia.

“Aku baru satu Minggu bang bebas. Aku dulu terpidana selama dua tahun kasus 363 tentang pembongkaran rumah,” ujar Renaldi.

Sementara itu Jaya Siahaan, mengakui bahwa dirinya baru saja bereaksi dan tak pernah terpidana sebelumnya.

Terpisah, Siti (korban, red) menyebut, awalnya ia bersama temannya datang dari Jalan Sisingamangaraja (USI) dengan mengendarai satu unit sepeda jenis matic, dimana keduanya baru saja mengikuti rapat Guru.

Keduanya tiba-tiba diikuti oleh kedua pelaku dan menarik HP Android dari kantong sebelah kirinya. Melihat aksi kedua pelaku, korban melakukan perlawanan dan langsung mengejar pelaku.

“Kami kejar mereka sembari meneriaki maling. Melihat hal itu, warga setempat pun ikut mengejar hingga keduanya diamankan,” ujar Siti dan rekannya ditemui di Polsek Siantar Martoba.

Pantauan wartawan, di tempat kejadian perkara (TKP-red), puluhan warga berkerumun menyaksikan kejadian itu. Amarah warga sempat memuncak hingga kedua pelaku babak belur dimassa. Beruntung Personel Polsek Siantar Martoba segera tiba di lokasi dan mengamankan kedua tersangka.

Kapolsek Siantar Martoba AKP Resbon Gultum membenarkan adanya penangkapan itu.

“Ia benar, tersangka masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Sementara Kabag Humas Lembaga Permasyarakatan (Lapas-red) Iras Silalahi, Senin (13/04) membenarkan kalau Renaldi Marpaung adalah salahsatu napi yang baru saja mendapat asimilasi Covid-19.

“Di siantar sendiri ada 240 narapidana yang emndapat asimilasi atau dirumahkan. Para napi ini bukanlah bebas. Tetapi mereka menyelesaikan masa tahanannya di rumah masing-masing bersama dengan keluarganya. Mereka yang ebbas itu umumnya yang telah menjalani hukuman 2/3 dari lama vonis hukuman,” beber Iras Silalahi.

Namun, katanya, untuk napi yang kembali berulah, pihaknya akan mencabut surat asimilasinya. “Kita cabut nanti surat asimilasinya itu,” ujarnya.

Perbuatan pelaku langsung dihujat masyarakat banyak. Apalagi setelah mengetahui bahwa salahsatu pelaku baru saja mendapat asimilasi dari pemerintah.

“Tidak tau diri itu. Sudah dikasih kesempatan menghirup udara segar, malah berulah lagi,” ujar Naomi Putri Siregar (30).

Naomi bersama beberapa warga lainnya justru merasa khawatir dengan bebasnya sejumlah napi baru-baru ini. Mereka takut angka kejahatan semakin meningkat di Kota Pematangsiantar.

“Makin banyak lah bang penjahat itu. Maunya jangan dibebaskan kian. Tapi gimanalah, kondisi yang buat,” sebut Naomi. (Mag 03)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button