Berita

Musim Durian, Petani Sumringah

TAPTENG, FaseBerita.ID – Selain musim penghujan, Kabupaten Tapanuli Tengah saat ini sedang dilanda musim buah. Beberapa jenis buah-buahan, seperti durian, manggis dan rambutan, dengan mudah dapat ditemui di pingiran jalan, seperti di Kecamatan Sibabangun, Lumut, Pinangsori dan Badiri.

Salah satu buah yang menjadi primadona petani musim ini adalah durian. Dalam kurun seminggu sejak mulai panen, harga durian merangkak naik. Saat ini harga durian berada pada kisaran Rp13 ribu sampai Rp15 ribu per buahnya. Harga durian yang lumayan tinggi pada tingkat pengumpul ini, membuat petani tersenyum sumringah.

Sama halnya dengan Kecamatan lain, Kecamatan Sibabangun menjadi salah satu daerah penghasil durian yang terkenal bagus dan enak. Wilayah ini mendadak dikunjungi toke buah dari berbagai kota sekitar. Geliat ekonomi kembali hidup disaat harga hasil alam lainnya mengalami penurunan.

Para petani mengakui, dalam kondisi ekonomi yang serba memprihatinkan saat ini, musim buah dapat menutupi keterpurukan perekonomian masyarakat. Pohon durian yang tergolong banyak di Sibabangun, membuat para petani karet, beralih profesi menjadi pekerja menjaga kebun durian..

“Lumayanlah bang, dari pada menyadap getah yang harganya tidak seberapa, lebih baik menunggu buah durian jatuh. Apalagi saat inikan sedang musim penghujan,” ujar Sugiharto (40), saat sedang menjual duriannya ke toke pengumpul, Kamis (19/12).

Diakuinya, dengan posisi harga durian saat ini dapat membantu masyarakat yang selama ini memenuhi kebutuhan rumah tangga mengandalkan hasil menyadap karet. Sementara harga karet saat ini sangat jauh dari yang diharapkan.

“Bagi yang tidak memilik pohon durian bisa memperoleh penghasilan dengan kerja upahan menjaga kebun durian. Dengan harga yang cukup lumayan, penjaga kebun durian bisa berpenghasilan antara Rp70 ribu hingga Rp100 ribu per malamnya,” tukasnya. (ztm)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button