Berita

Monumen KM Sinar Bangun Hampir Rampung

“Monumen ini adalah sebagai pengingat dan kenangan dari keluarga kita yang menjadi korban kapal KM Sinar Bangun, sehingga keluarga dan anak anak korban dapat berjiarah untuk tetap mengingat orangtuanya. Monumen ini didesain untuk dapat terlihat dari jauh dengan tujuan bagi para nahkoda saat berlayar dapat melihatnya dan menjadi peringatan untuk tetap berhati-hati serta mengutamakan keselamatan ketika berlayar,” ujar JR Saragih.

Baca juga: Keluarga Korban KM Sinar Bangun Desak Percepat Penyelesaian Monumen

Pada prasasti tersebut dijelaskan filosofi pembangunan monumen ini dibangun dengan wujud ampiteater menghadap ke Danau Toba yang menjadi simbol tempat hilangnya KM Sinar Bangun. Kapal pada monumen ini juga diwujudkan dengan ilusi yang dapat menghilang pada sudut tertentu. Terowongan pendek dibuat melubangi kaki pedestal untuk ruang berkabung bagi keluarga korban.

Pada prasasti tersebut juga dijelaskan kronologis tenggelamnya KM Sinar Bangun yang berlayar pada Pukul 16.00 dari Pelabuhan Simanindo (Samosir) menuju Tigaras (Simalungun), pukul 16.45 kapal mengalami putus kemudi akibat cuaca buruk dan pukul 17.30 kapal dinyatakan terbalik dan tenggelam.

Sementara pada prasasti lainnya berisi 164 nama- nama korban dari kapal KM Sinar Bangun berupa 3 korban meninggal dan 161 korban hilang. Untuk korban selamat berjumlah 21 orang. (rel/esa)



Pascasarjana

Unefa
Laman sebelumnya 1 2
Back to top button