HUT RI
Berita

Miss Fat Hotmaria Manurung: Jangan Minder, Gendut juga Cantik

SIANTAR, FaseBerita.ID – Dikarunia tubuh dengan ukuran besar (big size) tidak menjadi penghalang bagi Hotmaria untuk tampil cantik dan modis. Dengan penuh percaya diri, Ria-demikian ia biasa disapa-selalu berusaha untuk tampil menarik.

Pemenang ajang Pemilihan Miss Fat Kota Pematangsiantar tahun 2019 ini mengaku, sejak lahir bobot tubuhnya memang besar. Nyaris di atas rata-rata ukuran bayi yang baru lahir. Hingga dewasa, ia memang tidak pernah kurus.

“Waktu lahir, berat saya 4,3 kilogram. Hingga sekarang, tubuh saya tidak pernah kurus. Bahkan saat menikah Januari 2018 lalu, berat badan saya 120 kilogram. Tapi sekarang 94 kilogram. Tanpa diet,” terang alumni SMA Pelita Pematangsiantar ini.

Perempuan yang sempat bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Medan ini mengatakan, memiliki tubuh yang besar dianggapnya sebagai anugerah dari Tuhan. Tidak perlu iri dengan perempuan-perempuan lain yang bertubuh langsing.

Diakui istri dari Brigadir Kocu Nababan ini, tidak dipungkiri ada saja yang membully dirinya sejak kecil hingga sekarang. Hanya saja semua itu tidak pernah membuat dirinya terpuruk.

“Apalagi waktu kecil, saya gendut, dan kulit saya putih. Macam-macam ejekan orang-orang ke saya. Bahkan sampai sekarang ini. Malah ada yang bilang, kalau saya tetap gendut, bisa nggak punya anak. Padahal anak itu kan rezeki dari Tuhan. Sudah diatur Tuhan. Apalagi menurut dokter, saya sehat-sehat aja. Kami anggap itu soal waktu saja,” terang perempuan yang lahir 23 Mei 1997 ini.

Terkait kemenangannya dalam ajang Pemilihan Miss Fat Kota Pematangsiantar, Oktober 2019 lalu, Ria mengatakan semua itu tidak sengaja. Ia sendiri, awalnya tidak tahu ada event tersebut.

Diceritakannya, sebenarnya yang menjadi peserta Pemilihan Miss Fat adalah kakak iparnya. Di hari H acara, ternyata sepatu yang akan dikenakan kakak ipar tertinggal di rumahnya. Setelah berkomunikasi via telepon seluler, Ria mengantarkan sepatu tersebut ke lokasi acara, yakni di salah satu kafe.

Di lokasi acara, sudah ramai para peserta mempersiapkan diri. Ketika Ria berada di sana, penyelenggara acara merayunya untuk ikut sebagai peserta. Awalnya Ria menolak karena tidak ada persiapan sama sekali, termasuk gaun.

Namun penyelenggara mengatakan ada gaun yang disediakan. Hanya saja saat itu, hanya tersisa dua pieces gaun. Selebihnya, sudah dikenakan peserta lain.

“Hanya dua gaun yang ada. Satu warna hitam, tapi saya nggak suka. Satu lagi warna peach, dan potongan dadanya terlalu rendah. Dengan penuh percaya diri, saya pilih gaun yang peach. Nggak apa-apalah terlalu seksi, kan bukan untuk acara formal,” terang Ria yang bersama suami menetap di Asrama Polisi Jalan Sangnaualuh Pematangsiantar.

Untuk make up dan hair do, saat itu Ria melakukannya sendiri. Kebetulan alat make up milik penyelenggara tersedia di ruang fitting, termasuk alat catok rambut.

“Banyak alat make up di situ, ya udah saya pakai saja. Kebetulan selama ini kalau ke pesta atau acara lainnya, saya selalu make up sendiri. Untuk rambut, saya klintong pakai catok. Kebetulan pas datang, saya pakai sepatu wedges, jadi nggak bingung lagi,” tukas Ria yang hobi memasak, makan, dan travelling.

Para peserta, katanya, diwajibkan berjalan di atas red carpet (catwalk). Tanpa latihan, Ria percaya diri melakukannya. Kebetulan, saat kuliah, ia pernah mengikuti ajang Catwalk Overweight di kampus.

“Ada dua kali, yakni saat perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia dan Porseni. Di keduanya, saya meraih juara pertama,” tandas Ria yang mengaku sebenarnya hobi modelling.

Karenanya, Ria percaya diri saja saat harus berjalan di catwalk, di hadapan juri, dan disaksikan banyak penonton. Termasuk saat disuruh berjoget dan menjawab pertanyaan yang diajukan.

“Saya ditanya apa motivasi saya mengikuti kegiatan tersebut. Saya jawab, bahwa semua perempuan yang memilihi kelebihan berat badan atau gendut bisa juga tampil cantik, modis, dan penuh percaya diri,” jelas Ria yang mengaku sangat jarang ke salon kecantikan, sebab ia mampu melakukan treatment sendiri di rumah, kecuali untuk pewarnaan rambut.

Saat diumumkan sebagai pemenang pertama, Ria mengaku sangat senang dan tentu saja rasa percaya dirinya kian meningkat.

“Jadi, harus percaya diri supaya terlihat cantik. Saya selaku ingin agar orang-orang yang melihat saya berpikir, ini cewek gendut tapi cantik dan enak dilihat,” ujar Ria yang mengaku berpacaran dengan suami selama enam tahun, yakni sejak ia masih duduk di bangku SMP.

Meski dianggap gendut, namun ternyata Ria pernah lulus seleksi penerimaan pramugari di salah satu maskapai penerbangan. Saat itu, tubuhnya tidak dianggap overweight. Namun, ia harus mengubur cita-citanya sebagai pramugari karena orangtua, terutama ibunya tidak setuju.

“Biasalah, orangtua takut terjadi sesuatu. Apalagi saya anak tunggal. Saya harus pahami perasaan mereka,” sebut Ria yang untuk menjaga kebugaran tubuhnya, sering gym, minimal treadmil.

Yang pasti, sambung Ria, ia menjalani hidup dengan enjoy. Tidak ada keinginannya melakukan diet. Apalagi sang suami selalu marah bila Ria mengatakan ingin diet.

“Mungkin sejak dulu dia mau sama saya karena saya gendut dan chubby ya…” kata Ria bercanda.

Kepada perempuan-perempuan lain yang bertubuh gendut, Ria berpesan agar jangan pernah berkecil hati, dan tidak perlu iri dengan perempuan yang langsing.

“Kita bisa tetap tampil cantik dan menarik asalkan ada niat,” katanya. (awa)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button