Berita

Minta Keadilan, Appsindo Madina Unjuk Rasa ke Kantor Bupati

Bupati Madina: Saya Ambil Alih Soal Pasar

FaseBerita.ID – Puluhan massa dari Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (Appsindo) DPD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar unjuk rasa ke kantor kerja Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution di Komplek Perkantoran Paya Loting, Senin (24/2) sekitar pukul 11:00 WIB.

Aksi massa yang dikomandoi oleh Khollad Daulay dan Ahmad Zein Lubis itu intinya menegaskan agar pemerintah Kabupaten Mandailing melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Madina untuk mengkaji ulang mengenai kebijakan relokasi pasar baru Panyabungan.

Ada tujuh poin yang dituntut massa aksi yang semua berasal dari kalangan pedagang tersebut. Pertama, meminta kepada pemerintah Kabupaten Mandailing Natal untuk dapat menyediakan tempat rekolasi tanpa bangunan bagi pedagang penyewa baik yang di toko, kios dan lost seperti halnya pemerintah telah menyediakan tempat bagi pedagang pemilik toko,kios, dan lost sampai pedagang kaki lima bahkan penyewa kaki lima pun diberikan tempat.

Kedua, meminta kepada pemerintah untuk menunda pemindahan relokasi pasar baru seminggu sesudah Idul Fitri 2020. Ketiga, meminta kejelasan tempat bagi pedagang kaki lima dan sinkronkan data jumlah pedagang kaki lima dengan data terakhir.

Keempat, mengkaji kembali penempatan relokasi bagi pedagang ruko yang menurut pedagang kurang pas. Kelima, meminta kepada pemerintah untuk menyediakan tempat bagi pedagang mingguan (pedagang pekanan hari Kamis) dan pedagang bukaan pada bulan Ramadan.

Keenam, meminta kepada pemerintah untuk tidak menutup akses tempat ibadah (Masjid) yang ada disekitar wilayah pasar baru dan ini sangat menyulitkan bagi pedagang untuk beribadah. Ketujuh atau terakhir, meminta kepada pemerintah untuk menyediakan akses jalan ke relokasi yang memadai dan lampu penerangan.

Khollad Daulay yang juga sebagai sekretaris APPSINDO dalam orasinya menyebut banyak persoalan yang dikeluhkan para pedagang. Menurutnya, kebijakan yang dijalankan oleh Disperindag sampai saat ini dinilai tak mengakomodir seluruh pedagang dan tidak adil bagi yang menjadi korban kebakaran.

“Kami ini yang menjadi korban kebakaran, tapi nggak ada kami ini diberikan hak. Persoalan ini pun sudah berulang kali kami sampaikan baik kepada pihak petugas pasar, tapi tak diindahkan. Untuk itu kami minta keadilannya pak Bupati,”tukas Hollad yang langsung disambut teriakan massa aksi lainnya.

Khollad juga menyebutkan, mereka yang berstatus penyewa ini ada sebanyak 56 pedagang. Mereka ini meminta untuk diberikan tempat berjualan sama seperti pedagang yang berstatus pemilik dan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Sementara, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution yang hadir mendengarkan apa yang menjadi tuntutan dari massa aksi langsung mengkonfrontir persoalan yang dikeluhkan pedagang itu kepada Kepala Dinas Perindag Jhon Amriadi yang juga hadir di hadapan massa aksi.

Bupati menanyakan, apa beda dari 58 pedagang ini dengan pedagang yang lain? Jhon kemudian menjawab bahwa ke 58 pedagang ini tergabung dalam pedagang penyewa. Jadi, berdasarkan surat keputusan Bupati nomor 111 bahwa si penyewa ini, Pak. Sebelum Jhon melanjutkan Bupati langsung menyangkal bahwa yang ia inginkan apa beda mereka ini dengan pedagang lain.

Jhon mencoba menjelaskan kembali bahwa perbedaan pedagang ini dengan pedagang PKL karena PKL ini memang berjualan di hamparan terbuka pak. Namun, Bupati tampaknya geram dan kesal sekaligus mengatakan bahwa mulai hari ini ia mengambil alih semuanya.

Bupati mengatakan seharusnya ia enggak perlu lagi ikut yang begitu-begituan. Karena berkaitan dengan dana APBN, apabila ditunda tertunda semua pelaksanaan. Dan, bakal bisa gagal pembangunan pasar baru Panyabungan.

“Apa yang dikeluhkan ini dengar ya (Kadis), saya rapatkan hari ini, mungkin besok atau lusa panggil mereka untuk jumpa sama saya. Jangan ada lagi yang aneh-aneh. Saya dengar tadi ada yang bayar-bayar, sama siapa mereka bayar?” tegas Bupati kepada Kadis Perindag di hadapan massa aksi.

Bupati juga menjelaskan kalau seandainya dulu para pedagang mau pindah ke Pasir Putih untuk berjualan pasca setelah kebakaran itu semua yang berjualan di pasar baru akan di stop. Sehingga ke Pasir Putih jadinya semua jadinya aktivitas perbelanjaan.

“Hasrat saya bagus, sangat bagus kemaren itu ingin memindahkan pedagang ke Pasir Putih. Sehingga barangkali (di situ) supaya ada keadilan. Jadi saya minta nanti sore untuk undang semua ini,” tutur Bupati mengakhiri sambil mengingatkan agat jangan ada lagi kegaduhan. (Mag 01)

Unefa

Pascasarjana

Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close