Berita

Miliki Sabu, Mantan Anggota Polri Divonis 8 Tahun Penjara

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Mantan anggota Polisi Symasul Purba yang terlibat narkotika divonis selama 8 tahun oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (17/7/2019).

Sidang tersebut dipimpin oleh majelis hakim Hadi Nasution didampingi Nasfi Firdaus dan Mince. Putusan itu lebih ringan 2 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ade Wijaya Ismanto selama 10 tahun penjara dan didenda Rp1 Miliar subsider 3 bulan .

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ade Wijaya Ismanto sebelumnya menyatkan bahwa perbuatan terdakwa Syamsul Purba telah terbukti bersalah melanggar pasal 112 (2) Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Ketika selesai mendegarkan vonis, terdakwa Syamsul tampak terlihat diam dan tidak bersedia berkomentar saat diwawancarai wartawan.

Sementara penasehat hukumnya Nauli Pulungan menyatkan bahwa ia sudah mengajukan pembelaan  sehingga ada pengurangan dari tuntutan jaksa sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, perbuatan terdakwa terungkap pada hari Rabu 21 November 2018 sekira pukul 17.00 WIB di kediamannya di Huta IV, Nagori Marihat, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun

Waktu itu, jajaran Polsek Perdagangan mendapat informasi dari masyarakat bahwa sering terjadi tindak pidana narkotika jenis sabu di rumah terdakwa.

Atas informasi tersebut, polisi berangkat langsung ke rumah terdakwa dengan didampingi oleh Kepala Desa Nagori Marihat Bandar. Mereka  langsung masuk ke rumah terdakwa dan menangkap terdakwa yang saat itu sedang di kamar.

Saat digeledah, polisi menemukan satu buah dompet toko mas RAPI warna hitam, satu buah kaleng permen. Dari dalam dompet dan kaleng tersebut ditemukan bungkusan plastic klip bening ukuran sedang yang berisi kristal putih berisi narkotika jenis sabu.

Sementara dari dalam kaleng permen, juga ditemukan narkoba jenis sabu sebanyak 5 bungkus plastik klip bening. Atas barangbukti tersebut, terdakwa selanjutnya dibawa ke Polsek Perdagangan untuk diproses hukum. (ros)



Unefa

Pascasarjana
Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close