Berita

Merasa Dipecat Sepihak Tanpa Pesangon, Yaadil Laporkan PT CPA

FaseBerita.ID – Yaadil Fao Zebua (31) seorang karyawan yang mengaku dipecat sepihak tanpa mendapatkan pesangon pada tanggal 21 Agustus 2020 oleh perusahaan akhirnya melaporkan PT CPA tempatnya bekerja yang berada di Desa Sijagojago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) ke pihak Dinas Tenaga Kerja Tapteng, Rabu (23/9).

Yaadil mengatakan, dirinya telah mengabdikan diri selama 6 tahun sebelum dipindahkan (mutasi) dari PT BPJ. Kedua perusahaan yang bergerak pada bidang perkebunan kelapa sawit ini, merupakan anak perusahaan PT AEP Grup.

Yaadil yang memiliki dua anak masih balita ini menyebutkan bahwa dirinya diberhentikan secara sepihak oleh PT CPA, lantaran keluhan yang dia sampaikan mengenai sistem kerja yang dinilainya tidak efisien, kemudian tempat bermukim yang tidak layak huni, serta minus sarana air bersih.

“Kerja saya memanen pak, jadi lokasi bekerja itu penuh lumpur dan semak tidak bersih, harus mengeluarkan tenaga ekstra setiap hari, jadi bagaimana bisa dapat banyak hasil panen. Ini juga mempengaruhi upah saya yang semakin berkurang,” ujar Yaadil kepada wartawan, Kamis, (24/9).

“Setiap hari saya harus mengangkat air jaraknya seratus meter, rumah juga kumuh dan banyak bocornya, itu juga yang saya keluhkan, karena anak-anak saya masih balita tapi masih juga tidak direspon oleh perusahaan,” tambah Yaadil.

Tidak hanya mengeluhkan kedua hal itu, Yaadil mengatakan selama dua bulan terakhir, dirinya sedang dalam tahap pemulihan, namun terpaksa bekerja meski dengan sistem harian.

“Saya dalam kontrol kesehatan, seharusnya saya kan istirahat tapi saya memilih tetap bekerja juga atas perintah asisten,” ucapnya.

Yaadil tidak menyangka, atas sejumlah keluhan tersebut, dia akhirnya diganjar dengan surat pengunduran diri secara sepihak yang dibuat oleh perusahaan. Itupun tanpa surat teguran sebelumnya.

“Tepat pada 24 Agustus 2020 itu jam sembilan malam, saya diberikan enam surat, isinya surat pengunduran diri secara sepihak, padahal saya tidak pernah mengajukan pengunduran diri. Kemudian surat panggilan kerja sampai yang ketiga, tidak ada juga teguran sebelumnya. Aku duga pihak perusahaan sengaja ingin memecat tanpa alasan jelas, agar tidak dapat pesangon itulah buktinya,” katanya sembari berharap persoalan yang menimpanya dapat diselesaikan usai dirinya mengadukan hal itu kepada Dinas Tenaga Kerja Tapteng.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Tapteng, Nasaruddin Pulungan membenarkan pihaknya telah menerima laporan Yaadil Fao Zebua.

“Laporannya sudah kita terima yang isinya pemecatan sepihak, jadi itu nanti prosesnya akan kita panggil kedua belah pihak. Gimana nanti jalan terbaiknya harus diselesaikan secara kekeluargaan,” sebut Nasaruddin. (dh)





Back to top button