Berita

Merasa Difitnah Jalin Asmara dengan Mahasiswi, Wakil Ketua DPRD Tapteng Lapor Polisi

FaseBerita.ID – Merasa difitnah atas dugaan hubungan asmara dengan seorang wanita, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah Willy Saputra Silitonga melapor ke Polres Tapteng, Sabtu (20/6) lalu.

Hal ini disampaikan Willy saat menggelar konferensi pers di Kantor DPRD Tapteng. Saat itu ia didampingi Ketua DPRD Khairul Kiyedi Pasaribu dan anggota DPRD lainnya.

Adapun tujuan dilakukanya konferensi pers adalah untuk memberikan jawaban atas pemberitaan di media maupun isu yang berkembang di masyarakat, bahwa Wakil Ketua DPRD Tapteng Willy Saputra Silitonga SH melakukan hubungan asmara dengan seorang wanita. Seperti yang telah dilaporkan oleh pihak wanita tersebut kepada Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Tapteng.

“Saya Willy Saputra Silitonga mengatakan bahwa ini adalah fitnah yang sangat kejam bagi diri saya sendiri. Yang mana ada seorang wanita yang mengatakan bahwa saya pernah menjalin komunikasi dengan berhubungan asmara dengan dia. Saya pun terkejut dengan fitnah itu,” ujarnya.

Persoalan itu, menurutnya adalah terkait politik. “Di sini saya sampaikan; selamat datang di dunia politik. Karena menurut saya, yang tidak ada menjadi ada, yang tak mungkin menjadi mungkin,” tambah Willy.

Masih katanya, ada skenario politik di belakang itu semua. Karena dalam laporan ke Badan Kehormatan Dewan, dugaan peristiwa asmara itu terjadi dua tahun yang lalu, namun baru dituntut saat ini.

“Tidak tahu ini apakah konflik politik antar partai. Tapi tidak menutup kemungkinan dari internal partai. Mungkin nanti berita ini akan dijawab oleh pihak berwajib karena di sini saya merasa dicemarkan nama baik saya dan dizolimi,” ucapannya.

Sambungnya, kepada seluruh keluarga dan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya di dapil satu, Willy memohon maaf atas isu dan pemberitaan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

“Baru hari ini bisa memberikan keterangan, karena beberapa kegiatan kami ke lapangan, beberapa hari yang lalu sibuk dalam melihat kondisi penanganan Covid-19 yang mau menuju new normal,” ujarnya.

“Sebelumnya saya tidak masuk ke dalam hal-hal yang berbau dunia politik. Tapi karena sekarang sudah masuk ke dalam dunia politik, saat ini saya sudah sadar bahwa ini adalah resiko bagi saya. Untuk itu saya ucapkan terimakasih kepada DPP Partai PDIP dan kepada DPD partai yang telah memberikan kepercayaan dan selalu memberikan motivasi.”

“Saya mengucapkan permintaan maaf saya kepada kawan-kawan DPRD Tapteng karena isu ini sudah berkembang di masyarakat, tapi saya sampaikan sekali lagi, kalau ini adalah fitnah yang sangat kejam bagi diri saya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Tapteng Khairul Kiyedi Pasaribu juga memberikan tanggapannya terkait fitnah yang ditujukan kepada Wakil Ketua DPRD Tapteng.

“Saya sampaikan bahwa betul ada masyarakat yang membuat aduan ke BKD DPRD Tapteng. Tapi alangkah buruknya bahwa hal ini sudah sampai ke media. Jadi seharusnya kalau aduan ini sudah sampai ke BKD, agar diproses dulu. Jangan langsung diberitakan ke media, lebih baik jangan cuap-cuap di luar dengan bahasa menuduh saudara Willy atau inisial WSS disebutkan sebagai pelaku melakukan tindakan tidak senonoh terhadap saudara yang membuat berita kemarin pada media. Yang mana disebutkan di situ bahwa dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah. Itu sama dengan mencoreng muka kami di depan masyarakat Tapanuli Tengah,” ungkap Khairul Kiyedi Pasaribu.

Sambungnya, melihat ini sudah menuju kepada lembaga dan mencoreng muka DPRD Tapteng, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum secepatnya. “Ini sudah langsung menuduh. Seharusnya ini kan kita proses dulu, kita lakukan pertemuan keluarga dengan memanggil pihak keluarga terlapor dan yang melaporkan, dilakukan mediasi dan proses lainnya. Tapi ini langsung ngomong menuduh langsung,” ujarnya.

“Menurut kami ini juga aneh. Karena melapor dengan beberapa lembaran tertentu yang katanya bukti-bukti yang diserahkan dan harus kami proses dulu. Kami juga telah menanyakan hal ini kepada saudara Willy, bahwa saudara Willy mengatakan di atas sumpah kepada kami bahwa hal ini tidak benar. Tapi misalkan saja dulu hal itu terjadi, kenapa kejadian dua tahun yang lalu itu baru sekarang ini dilaporkan. Ini hal yang aneh,” ungkapnya.

“Kenapa setelah saudara Willy menjadi anggota DPRD atau menjadi Wakil Ketua DPRD baru itu diungkap. Kami tidak menuduh siapa-siapa, tapi menurut kami seolah-olah ada skenario politik dibuat oleh orang tertentu. Cepat-cepatlah bertobat, jangan menjadi provokator. Dan dalam kesempatan ini juga kami sampaikan bahwa BKD DPRD Tapteng sudah mempunyai niat baik untuk menampung aduan tersebut dan kita sudah memanggil saudara Willy dan dia sudah bersumpah atas nama Tuhannya kalau tuduhan itu tidak benar,” jelasnya.

Joko: Silahkan, Itu Hak Dia!

Terpisah, JS alias Joko, saudara dari wanita berinisial H yang melaporkan oknum Wakil Ketua DPRD ke Badan Kehormatan Dewan mempersilahkan Willy Saputra Silitonga membuat laporan ke kantor polisi.

Saat dikonfrimasi wartawan media ini pada Minggu (21/6), JS mengaku bahwa pihaknya masih tetap menunggu itikad baik dari Willy. “Silahkan sajalah, hak dianya itu. Mungkin dia ingin membela kepentingannya itu. Yang jelas pihak keluarga kami masih menunggu itikad baiknya,” ucapnya.

Saat ditanyakan wartawan itikad baik seperti apa yang diinginkan oleh pihak keluarganya, JS meminta Willy bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. “Yang jelas kita pihak keluarga meminta pertanggungjawaban.

Agar perbuatannya kepada korban dapat dipertanggung jawabkan. Makanya kita buat laporan kepada Badan Kehormatan Dewan,” ujarnya.

Lanjutnya, ia tahu bahwasanya tugas DPRD itu menampung aspirasi rakyat. Sehingga harapan dari keluarganya, BKD dapat menindaklanjuti laporan dugaan hubungan asmara adiknya. “Kalau dia mau menikahi adik saya, sudah selesai ini permasalahannya. Sudahlah ya, sudah jelasnya kan?” tukasnya. (tam)



Unefa

Pascasarjana
Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close