Berita

Menuju Pasar Nasional Batik Tapsel Tawarkan Motif Sirih, Kopi dan Salak

TAPSEL, FaseBeriat.ID – Potensi batik karya perajin Batangtoru di bawah binaan Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tapsel, semakin baik dan siap menuju pasar yang lebih luas.

Pemkab Tapsel melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM terus mendorong potensi yang baru dikembangkan sekitar 5 tahun terakhir.

Salah satu cara yang dilakukan Pemkab Tapsel dalam mempromosikan potensi daerah ini adalah dengan memajangnya di paviliun Pemkab Tapsel pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2019, di Medan.

Kabag Humas Pemkab Tapsel Isnut Siregar menjelaskan, Pemkab Tapsel terus mendorong potensi batik Batangtoru, untuk lebih dikenal luas. Hal itu, menjadi bagian dari upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, untuk mewujutkan masyarakat Tapsel yang sehat, cerdas dsn sejahtera.

“Bupati memiliki semangat yang tinggi dalam memajukan potensi yang dimiliki, termasuk batik, untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat,” sebutnya.

Sementara itu, saat meninjau paviliun Pemkab Tapsel di PRSU beberapa hari lalu, Wakil Bupati Tapsel sangat bangga dengan promosi batik Tapsel. “Ini patut kita banggakan. Selama ini batik identik berasal dari pulau Jawa, tetapi ternyata masyarakat kita juga memiliki potensinya dan sudah berkarya,” ungkapnya.

Kadis Perdagangan Ahmad Raja Nasution menjelaskan, saat ini dinasnya terus membina pembatik di Batangtoru. Sudah ada beberapa kelompok yang produktif. “Yang ada baru batik cap. Tetapi, beberapa di antaranya sudah menggeluti batik tulis,” terangnya seraya menyebut harga batik cap dibanderol Rp150 ribu, Rp200 ribu dan Rp250 ribu per helai.

“Corak khas Tapsel, ada sirih, dalihan na tolu, kopi, salak dan sawit. Juga mulai membuat corak baru berupa penyu, jurung dan bulang,” pungkasnya. (ran)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button