Berita

Menteri Sosial Dijabat Orang Batak: Juliari Batubara

FaseBerita.ID – Selain Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi yang dijabat Luhut Binsar Panjaitan, jabatan Menteri Sosial juga diamanahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada orang Batak. Namanya Juliari Peter Batubara.

Meski lahir dan besar di Pulau Jawa, tepatnya di Jakarta, namun ternyata kampung halaman ayahnya, AP Batubara berada di Nagori Mariah Bandar, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun. Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) H Djarot Saiful Hidayat, sempat mengunjungi keluarga AP Batubara dalam acara silaturahmi, Rabu (20/6/2018) lalu.

Ramli Damanik sebagai tokoh masyarakat dalam acara itu sempat mempromosikan objek wisata Umbul Bah Ulu Mariah Bandar.

“Mendiang AP Batubara tak akan kembali ke Jakarta sebelum mandi ke Bah Ulu Mariah Bandar. Tempatnya bagus,” tukasnya.

Sebelumnya, nama Juliari Batubara jarang terdengar. Namanya tiba-tiba ramai diperbincangkan setelah ia datang ke Istana Negara, Selasa (22/10/2019) dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Menyusul, Rabu (23/10/2019) Presiden Jokowi mengumumkan Juliari sebagai Menteri Sosial.

Juliari, pria kelahiran 22 Juli 1972. Dia sempat mengenyam pendidikan di luar negeri selama enam tahun. Sejak tahun 1991, Juliari memutuskan mengenyam bangku kuliah di Riverside City College, California, Amerika Serikat. Kemudian pada 1995 dia melanjutkan kembali pendidikannya di kota yang sama dengan memilih Chapman University.

Di kampus itu Juliari mengambil Bussiness Administration with minor in Finance. Juliari lulus dari Chapman University pada tahun 1997.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Juliari kembali ke tanah air. Dia bekerja di perusahaan yang didirikan ayahnya. Juliari memang disiapkan untuk meneruskan bisnis keluarga.

Meski begitu, dia mengaku hanya digaji Rp1 juta.

“Awalnya saya diajak untuk membesarkan perusahaan keluarga,” kata Juliari.

Kemudian Juliari menjadi pimpinan di beberapa perusahaan. Di antaranya, tahun 2005 menjadi Komisaris Utama di PT Tridaya Mandiri, kemudian sempat jadi Direktur Utama di PT Bwana Energy, PT Arlinto Perkasa Buana, dan PT Wiraswasta Gemilang Indonesia.

Juliari dikenal sebagai orang yang aktif berorganisasi. Dia sempat menjadi wakil ketua Komite Tetap Akses Informasi Peluang Bisnis-Bidang UMKM KADIN Indonesia, Ketua Harian Asosiasi Produsen Pelumas Indonesia (ASPELINDO), Ketua Biro Promosi & Pemasaran KONI Pusat dan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) serta masih banyak organisasi yang diikutinya.

Dunia politik rupanya menarik perhatian Juliari. Setelah sukses sebagai pengusaha dia terjun ke dunia politik. Juliari memilih PDIP untuk memulai kariernya di politik. Di partai berlambang banteng moncong putih itu, dia menjabat sebagai wakil bendahara. Juliari juga duduk di Komisi VI DPR dari Dapil Jawa Tengah I.

Jokowi secara resmi telah mengumumkan 34 menteri dan 4 pejabat setara menteri. Guna menyokong periode kedua pemerintahannya, Jokowi menamakan kabinetnya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.

Dalam arahannya, Jokowi mengingatkan tujuh hal kepada para menterinya. Pertama, tidak dan mengurangi celah korupsi di masing-masing kementerian dan lembaga yang dipimpin.

“Kedua, tidak ada visi misi menteri, yang ada visi-misi Presiden dan Wakil Presiden. Ketiga, kita harus kerja cepat dan produktif,” ucap Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Keempat, para menteri diminta menghindari rutinitas yang monoton. Harus ada inovasi dalam bekerja. Sehingga bisa membawa perubahan yang nyata untuk kemaslahatan bangsa.

Kelima, para menteri bekerja tidak hanya berorientasi pada proses. Hasil nyata harus dipastikan dinikmati rakyat.

Keenam, para pembantu Presiden harus turun ke tengah masyarakat, dan menemukan solusi untuk setiap permasalahan.

“Terakhir harus serius bekerja. Tidak serius, hati-hati, bisa saya copot di tengah jalan,” pungkas Jokowi. 

Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024

  1. Mahfud MD Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam)
  2. Airlanggar Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
  3. Muhadjir Effendi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK)
  4. Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
  5. Prabowo Subianto Menteri Pertahanan
  6. Pratikno Menteri Sekretaris Negara
  7. Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri
  8. Retno Marsudi Menteri Luar Negeri
  9. Fachrul Razi Menteri Agama
  10. Yasonna H Laoly Menteri Hukum dan HAM
  11. Sri Mulyani Menteri Keuangan
  12. Nadiem Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
  13. Terawan Agus Putranto Menteri Kesehatan
  14. Juliari Batubara Menteri Sosial
  15. Ida Fauziah Menteri Tenaga Kerja
  16. Agus Gumiwang Kartasasmita Menteri Perindustrian
  17. Agus Suparmanto Menteri Perdagangan
  18. Arifin Tasrif Menteri ESDM
  19. Basuki Hadi Muljono Menteri PUPR
  20. Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan
  21. Johnny G Plate Menteri Komunikasi dan Informatika
  22. Sahrul Yasin Limpo Menteri Pertanian
  23. Siti Nurbaya Bakar Menteri LHK
  24. Edhy Prabowo Menteri Kelautan dan Perikanan
  25. Abdul Halim Iskandar Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigasi
  26. Sofyan Djalil Menteri ATR/BPN
  27. Suharso Mano Menteri PPN dan Kepala Bappenas
  28. Tjahjo Kumolo MenpanRB
  29. Erick Thohir Menteri BUMN
  30. Teten Masduki Menteri Koperasi dan UMKM
  31. Wishnutama Kusubandio Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
  32. I Gusti Ayu Bintang Menteri PPA
  33. Bambang Brojonegoro Menristenk dan Badan Riset Inovasi Nasional
  34. Zainudin Amali Menteri Pemuda dan Olahraga

Sementara empat pejabat setara menteri yakni; Jaksa Agung: ST Burhanuddin, Sekretaris Kabinet: Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko, dan Kepala BKPM: Bahlil Lahadalia. (jp)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close