Berita

Mengenang Wafat Yesus, Sekolah Minggu GKPS Peniel Prosesi Salib

FaseBerita.ID – “Saat ini kami berkumpul untuk mengenang kematian Tuhan kami Yesus Kristus, saat ini kami mengenang pengorbanan yang luar biasa dari Anak Mu Yesus Kristus. Saat ini kami mengingat bahwa di kayu salib engkau memuliakan Anak Mu Yesus Kristus dan saat ini ketika kami berkumpul di tempat ini. Engkau memanggil kami agar menjadi anak anak kesukaan-Mu yang setia dan mau berkorban bagi sesama kami. Sedalam lautan begitulah salib Mu tertanam dan setinggi langit begitulah Engkau dimuliakan….. Ya Allah, kami memohon kepada Mu agar anak anak sekolah minggu GKPS jemaat Peniel Pematangsiantar dapat melihat bahwa salib adalah bukti kemenangan Mu, bahwa salib bukan bukti kepunahan karena salib adalah kemenangan kami semua. Kami akan menang ketika kami percaya bahwa Engkaulah Juru selamat kami, terpujilah Engkau ya Bapa dalam nama anak Mu yang Mulia yang Agung Yesus Kristus Tuhan kami.”

Demikian Doa Penutup oleh Ephorus GKPS Pdt Martin Rumanja Purba pada peringatan kematian Yesus Kristus Sekolah Minggu GKPS Peniel pada Jumat 19 April 2019, usai anak sekolah minggu mendramakan penyaliban Yesus dan dua penyamun yang di hadiri Pdt Resort Pdt Sanpendawati Purba, Penginjil Wanita, Pengantar Jemaat GKPS Peniel, Pengurus dan Guru Guru Sekolah Minggu dan Ratusan Jemaat dan Orang Tua anak anak Sekolah Minggu.

Perayaan Kematian Yesus Kristus dilakukan pagi pagi subuh di GKPS Peniel diawali mendengarkan Drama Matius 26 dan 27, liturgi kematian Yesus dari Yesaya 53, lagu Sai Hu Pasangap tongtong goluhkon dengan Koor Pianika anak anak Sekolah Minggu, mendengarkan kembali Drama Kematian Yesus dari Markus 15, dan Natan Situmorang melakonkan Yesus Memikul Salib.

Salib dipikul keluar Gereja berganti ganti oleh anak sekolah Minggu diikuti massa yang meneriakkan “salibkan Dia-Salibkan” sembari mencambuki Yesus, berjalan ke Balai Bolon, Kompleks Pelpem GKPS, kembali ke Kantor Pusat GKPS dan menuju Bukit di taman rumah dinas Ephorus tempat peragaan Yesus disalibkan.

“Yang menggantikan memikul Salib itu adalah Simon dari Kirene yang mereka paksa memikul Salib Yesus” kata ketua Sekolah Minggu Peniel Durvan Saragih sambil mengutip Markus 15:25.

Tahun ini tiga orang anak sekolah yang disalibkan, Natan Situmorang Sebagai Yesus, Lukman Sinaga dan Samuel Purba sebagai Penyamun. (win)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button