Berita

Mencuri di Taput, Ditembak di Siantar

SIANTAR, FaseBerita.ID – Polres Tapanuli Utara (Taput) mengungkap pelaku dari 6 kasus pencurian yang terjadi di wilayah hukumnya sejak Maret hingga September lalu.

Kapolres AKBP Horas Marasi Silaen kepada wartawan di Mapolres Taput, mengatakan bahwa para tersangka pencurian yang ditangkap itu di antaranya Esron Terang Malam Sembiring (37) warga Medan yang ditangkap di Pematangsiantar, Denny Sujoko (37) warga Pematangsiantar yang ditangkap di Kota Siantar dan Muhammad Ansari ( 43) warga Perbaungan yang berperan sebagai penadah hasil curian.

Sedangkan Yosia Geraldo Aritonang, warga Taput yang diduga terlibat dalam aksi para tersangka, ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO.

“Para tersangka ini merupakan pelaku pencurian dari 6 laporan yang masuk ke Polres Taput. Yang terjadi sejak Maret hingga September lalu. Modus operandinya para pelaku melakukan pencurian di rumah saat pemiliknya sedang keluar. Hal itu setelah sebelumnya tersangka telah melakukan pemantauan. Dan biasanya mereka melaksanakan aksinya pada hari minggu,” terangnya, Jumat (4/10/2019) lalu.

Horas menerangkan, total kerugian dari 6 titik lokasi pencurian yang dilakukan para tersangka ditaksir mencapai Rp150 juta. Sedangkan barang bukti hasil curian yang berhasil disita, yakni satu unit sepedamotor merek Jupiter Z warna kuning BK 6963 XAG beserta STNK dan BPKB, satu unit handphone Samsung type A3 warna hitam, satu unit carger notebook merek asus warna biru, sepasang anting-anting, sepasang sepatu warna hitam, sebuah celana jeans, sebuah baju lengan panjang, satu baju dalam singlet, dan sepasang sandal.

Dijelaskan Horas, atas perbuatannya, para tersangka telah melanggar pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya tujuh tahun dan pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya empat tahun. Tak hanya itu, dalam aksi penangkapan, seorang tersangka terpaksa ditembak kakinya karena melawan. Ia adalah tersangka atas nama Esron Terang Malam Sembiring.

Kasus pencurian selama ini telah terjadi di beberapa rumah warga di Kabupaten Tapanuli Utara. Kasus pencurian ini dilakukan tersangka di rumah masyarakat di Jalan Rangkea Sipapagan Kelurahan Hutatoruan VI, Tarutung, pada 28 Agustus 2018. Lalu di Komplek Aek Ristop Partali Toruan, Tarutung, pada 7 Juli 2019. Ada juga di Jalan Balige Km 2 Desa Hutauruk, Sipoholon pada 18 September 2019.

Kemudian, di rumah masyarakat di Jalan Dr TD Pardede Desa Hutagalung Siwaluompu, Tarutung, pada 16 September 2019. Lalu di Jalan Balige Desa Hutauruk, Sipoholon yang terjadi pada 31 Maret 2019 dan di Jalan Raja Naipospos Km 4 Desa Hutauruk, Sipoholon, yang terjadi pada 17 Mei 2019.

“Pelaku ini melakukan pencurian yang pemiliknya pada umumnya tidak berada di rumah dengan cara membongkar rumah. Hari Minggu adalah waktu mereka paling sering beraksi. Sebelum melakukan aksinya, pelaku telah memantau rumah yang akan dibongkar. Total kerugian materi dialami masyarakat mencapai sekitar Rp150 juta,” tambah Horas.

Untuk pencurian di rumah Saroha Ingot Hatoguan Nababan pelakunya Esron Terang Malam Sembiring dan Denny Sujoko. Sedangkan laporan Juwito Lasro Pardede pada tanggal 7 juli, laporan Lorita Sibarani pada tanggal 18 September, laporan Rudi Siregar pada tanggal 16 September, laporan Ramlan Sitorus pada 31 Maret dan laporan Manatap Sihombing pada 17 Mei, tersangka tunggalnya Esron Terang Malam Sembiring. (as)

Unefa

Pascasarjana

Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close