Berita

Mayat Pria Penuh Luka Ditemukan di Tor Simarsayang Sidimpuan

FaseBerita.ID – Minggu (2/8) sekitar pukul 08.00 WIB, Randi (20) sudah berada di pintu masuk kawasan Tor Simarsayang. Seperti biasa, warga Kampung Selamat, Padangsidimpuan Utara ini, jogging di sana. Tak disangka, ia menemukan mayat.

Randi berlari secara menanjak, sesuai dengan kondisi jalan menuju puncak Tor Simarsayang. Baru sekitar 300 meter, ia istirahat. Tepatnya di sekitaran pemakaman, sebelum tanjakan paling terjal di lokasi ini.

Ia berjalan ke pinggir, pemberhentiannya pun mengarahkan pandangannya ke lapangan tanah kecil yang posisinya ada di bawah. Di sana, tergeletak sesosok tubuh dengan posisi telungkup dan darah mengering, dengan jaket setengah terbuka dan kameja robek.

Randi yang merasa laki-laki dengan pakaian lengkap itu adalah mayat, kemudian ia memberitahukan penemuan mayat itu kepada seorang anggota polisi yang saat itu juga tengah jogging bersama keluarga.

“Posisinya itu lapangan yang di bawah, kalau dari jalan ini memang nggak terlihat itu. Pas pula ada abang itu (Polisi) memang sering ketemu di sini, jogging. Saya laporkan,” cerita Randi.

Personil polisi dari Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Padangsidimpuan pun segera datang ke TKP, dan mengumpulkan bukti-bukti. Seperti diketahui, lokasi penemuan mayat yang belum dikenali itu masuk dalam wilayah administrasi Kelurahan Bonan Dolok, Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Polisi sudah memintai keterangan dari pekerja kebun yang berada di Kelurahan itu.

Dari mayat dan TKP itu, polisi menemukan pada leher jasad itu ditemukan bekas lilitan ikat pinggang. Pada kepalanya terdapat luka tak beraturan, tepat pada bagian dahi dan wajah.

Kemungkinannya luka-luka itu sebelumnya menggunakan alat dari barangbukti yang ditemukan di TKP, berupa batu kali dan ikat pinggang. Selain itu, ada juga dua sandal karet berwarna hitam yang kemungkinannya milik korban.
Ciri laki-laki yang diperkirakan berusia 30-40 tahun itu mengenakan jaket hitam, dengan kameja berwarna putih abu-abu, celana jeans panjang model kuncup berwarna abu-abu.

Belakangan, dari informasi yang didapat, mayat itu adalah Lukman Siregar, warga Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kasat maupun KBO Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan AKP Bambang H Tarigan dan Iptu Irsan saat dihubungi, belum bersedia berkomentar lebih jauh perihal kasus ini. “Belum bisa saya berikan. Identitasnya itu, Lukman warga Pargarutan,” kata Irsan. (san)





Back to top button