Berita

Mayat Pria Penarik Becak Ditemukan Tetangga Membusuk di Rumah

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID– Linda Simamora (46) baru pulang dari kebun miliknya, Selasa (13/10) sekitar pukul 19.00 WIB. Lalu ia mencium aroma busuk yang menyengat saat melintasi sebuah rumah kecil di Jalan Pertanian, Balakka Pidoli Ujung, Kelurahan Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan.

Pintu rumah berdinding papan itu terbuka, mengundang rasa curiga Linda. Ia pun melihat lalat-lalat beterbangan. Ia pun mulai memberanikan diri mengintip ke dalan rumah. Namun betapa kagetnya, ia melihat jasad kaku tak bernyawa bersandar duduk di pintu yang daunnya ke dalam ruangan rumah yang berada di tengah kebun ubi kayu itu.

“Saya lalu menghubungi anaknya, mengabarkan kondisi ayahnya,” cerita Linda, sebagaimana yang ia tuturkan kepada personil polisi yang turun ke lokasi setelah mendapat laporan.

Jasad itu dikonfirmasi merupakan Muhammad Amin Siregar (65), seorang yang bekerja penarik becak yang selama ini mukim dan berstatus warga Kota Medan, tepatnya Jalan Bajak 2, Kecamatan Medan Amplas.
Anak korban yang dimaksud Linda adalah Muhammad Arifin Siregar (42), juga bekerja sebagai penarik becak.

Warga Jalan Melati, Bang Darul Falah, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.
Menurut Arifin, sang ayah datang ke Kota Padangsidimpuan dengan tujuan melayat keluarga yang meninggal. Dan beberapa hari belakangan, sang ayah tinggal di rumahnya yang berada di tengah lahan yang memang miliknya, sekaligus mengurus kebunnya.

Masih menurut Arifin, ayahnya memiliki penyakit jantung dan diabetes. Dan sudah dua hari ini tidak datang ke rumahnya di Jalan Melati, Gang Falah, Ujung Padang.
“Selama di sini, tinggal sendirian di rumah kebun milik ayah,” terang Arifin.

Dalam laporannya, Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP Bambang Prayitno menerangkan, selain memeriksa saksi-saksi petugas kepolisian juga sudah mengamankan TKP dan menyerahkan mayat tersebut kepada keluarga.

“Kalau dari keterangan keluarga, korban juga ada riwayat penyakit. Kita periksa bersama orang kesehatan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. kemudian pihak keluarga tidak bersedia untuk dilakukan otopsi terhadap korban. Pihak keluarga juga sudah membawa korban ke rumah keluarga di Sibatu untuk dilakukan pemakaman secara Islam,” katanya.(san/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button