Berita

Mayat di Simarsayang Itu Korban Pembunuhan: Disinyalir Ada Lima Tersangka

FaseBerita.ID – Mayat laki-laki yang ditemukan di Tor Simarsayang pada Minggu (2/8) kemarin merupakan korban pembunuhan. Korban merupakan Lukman Siregar (30) warga Desa Pargarutan Julu, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Diketahui, pada Sabtu (1/8) malam sebelumnya, korban bersama istri Marsidah, dan mertuanya baru pulang dari Pargarutan ke Desa Pudun Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua sebagai tempat tinggalnya bersama mertua.

Lukman keluar rumah mengarah ke Tor Simarsayang menggunakan sepedamotor Yamaha MX. Disebut, Lukman sempat masuk ke Pakter Tuak di sana dan bertikai dengan MSH dan kawan-kawan, tersangka yang saat ini diamankan polisi.

Baca sebelumnya: Mayat Pria Penuh Luka Ditemukan di Tor Simarsayang Sidimpuan

MSH dan teman-temannya kemudian mengeroyok Lukman, dan lalu diseret ke lapangan tempat mayatnya belakangan ditemukan. Di sini, Lukman pada bagian wajahnya juga dipukul menggunakan batu kali. Dan menghembuskan nafas terakhir pada saat itu juga.

Dalam kasus ini, disinyalir ada lima tersangka yang terlibat dalam kematian Lukman Siregar.

“Untuk lebih jelasnya nanti saja kita gelar. Pelakunya ini masih kita periksa dulu sebentar, baru kita buka biar jangan gantung-gantung,” kata Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan AKP Bambang H Tarigan kepada Metro Tabagsel, Rabu (5/8) siang.

Saat itu, polisi juga masih mengumpulkan barang bukti berupa sepedamotor milik Lukman. Sementara tersangka utama, MSH diketahui merupakan warga Kelurahan Batunadua, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua.

Sebelumnya, Minggu (2/8) sekitar pukul 08.00 WIB, Randi (20) sudah berada di pintu masuk kawasan Tor Simarsayang. Seperti biasa, warga Kampung Selamat, Padangsidimpuan Utara ini, jogging di sana. Tak disangka, ia menemukan mayat.

Randi berlari secara menanjak, sesuai dengan kondisi jalan menuju puncak Tor Simarsayang. Baru sekitar 300 meter, ia istirahat. Tepatnya di sekitaran pemakaman, sebelum tanjakan paling terjal di lokasi ini.

Ia berjalan ke pinggir, pemberhentiannya pun mengarahkan pandangannya ke lapangan tanah kecil yang posisinya ada di bawah. Di sana, tergeletak sesosok tubuh dengan posisi telungkup dan darah mengering, dengan jaket setengah terbuka dan kameja robek.

Randi yang merasa laki-laki dengan pakaian lengkap itu adalah mayat, kemudian ia memberitahukan penemuan mayat itu kepada seorang anggota polisi yang saat itu juga tengah jogging bersama keluarga.

“Posisinya itu lapangan yang di bawah, kalau dari jalan ini memang nggak terlihat itu. Pas pula ada abang itu (Polisi) memang sering ketemu di sini, jogging. Saya laporkan,” cerita Randi.

Personil polisi dari Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Padangsidimpuan pun segera datang ke TKP, dan mengumpulkan bukti-bukti. Seperti diketahui, lokasi penemuan mayat yang belum dikenali itu masuk dalam wilayah administrasi Kelurahan Bonan Dolok, Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Polisi sudah memintai keterangan dari pekerja kebun yang berada di Kelurahan itu. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button