Berita

Masyarakat Dukung TNI-Polri Tindak Tegas Pelaku Anarkis

Pasca Kerusuhan Aksi di KPU dan Bawaslu RI

TAPTENG, FaseBerita.ID – Sejumlah tokoh agama dan Masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menyatakan sikap mendukung sepenuhnya Polri dan TNI, untuk menindak tegas para pelaku kerusuhan dan tindakan anarkis yang terjadi di kantor KPU dan Bawaslu RI, pasca pengumuman hasil rekapitulasi perolehan suara Pilpres 21-22 Mei 2019 yang lalu.

H Alisoman Nasution, salah seorang tokoh agama dari Kecamatan Pinangsori, Tapteng, mengatakan, sekelompok orang yang melakukan kerusuhan dan tindakan anarkis hingga menimbulkan beberapa orang meninggal dunia harus ditindak tegak dan tidak bisa ditoleransi. Karena hal tersebut sudah merusak citra demokrasi di Indonesia.

“Kita mendukung Polri dan TNI untuk menindak tegas pelaku kerusuhan dan mengusut dalang yang sesungguhnya,” ujar Alisoman, Minggu (26/5).

Dukungan yang diberikan merupakan bentuk keprihatinan atas kejadian yang merusak citra demokrasi yang sudah berjalan dengan kondusif. Namun harus dicederai oleh sekelompok pihak yang melakukan kerusuhan dan tindakan anarkis.

“Kerusuhan yang terjadi, dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak senang dengan aparat maupun pemerintahan. Sehingga menyusup dan membuat kerusuhan agar para demonstran dapat terpengaruh dan mambuat massa emosi dan menyerang petugas keamanan. Kericuhan yang terjadi menurut saya bukan dilakukan oleh peserta aksi. Kalau kita amati dari video yang beredar sebelumnya, ada sekelompok orang yang memang ingin memanfaatkan situasi itu. Tujuannya untuk kepentingan pribadi atau golongan,” ungkapnya.

Menurutnya, kerusuhan yang terjadi bukan hanya merugikan pemerintah, melainkan juga masyarakat umum. Karena, akibat dari kejadian ini banyak masyarakat yang takut dan tidak bisa melakukan aktifitas, terlebih pada warga yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Masyarakat lain pun ikut terganggu apa lagi saat ini suasana Ramadhan, orang pada puasa. Mereka juga menggunakan jalan umum sebagai tempat melakukan aksi. Apalagi ada tindakan anarkis, bahkan sampai melempari para petugas dengan kayu dan batu. Tindakan itu sudah sangat jelas merusak keamanan dan kenyamanan dan harus ditindak tegas,” pungkasnya.

Selain Alisoman, dukungan kepada Polri dan TNI juga datang dari tokoh agama asal Kecamatan Manduamas, Pdt Fevo Hutajulu, yang mengecam dan mengutuk keras para perusak. Karena ini akan menjadi catatan buruk pesta demokrasi Indonesia.

“Apa yang terjadi ini, menjadi sebuah catatan buruk demokrasi kita. Hal ini tidak boleh dibiarkan, harus ditindak sesuai prosedur hukum dan Undang-undang yang berlaku,” kata Pdt Fevo.

Menurutnya, pelaku kerusuhan ingin memecah belah bangsa Indonesia, memecah-belah Pancasila, merusak demokrasi dan melawan hukum yang ada di Indonesia. “Menyampaikan pendapat di muka umum adalah kemerdekaan, namun tidak perlu harus ada kekerasan apalagi sampai ada korban jiwa dan pengrusakan fasilitas umum. Ini adalah tindakan melawan hukum,” tegasnya.

Dia juga sangat menyayangkan adanya provokator dalam insiden kerusuhan tersebut. Yang disinyalir ingin mendelegitimasi hasil pemilu.

“Berharap Polri mampu mengusut tuntas dalang kericuhan sehingga negara tidak kalah dengan perusuh yang ingin memecah belah bangsa. Saya berharap semua pihak termasuk para tokoh bangsa, pejabat publik, warga masyarakat untuk betul-betul bijak, dewasa dan cerdas, tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang memanaskan situasi,” imbuhnya.

Tak hanya itu, apresiasi juga diberikan atas tindakan aparat Kepolisian dan TNI, yang mampu meredam dan merangkul para demostran tanpa melakukan tindakan kekerasan. Sehingga, tindakan kerusuhan tidak menyebar luas.

“Kita juga harus mengapresiasi aparat kita. Meski aparat Negara, baik TNI dan Polri dipersilahkan mengambil tindakan tegas kepada para perusuh. Namun, TNI-Polri melakukanya dengan bijaksana, merangkul para demonstran, agar tidak terpengaruh dengan sekelompok orang yang hendak membuat kerusuhan,” pungkasnya. (ts)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close