Berita

Massa LTP Desak Polisi dan Kejaksaan Proses Kasus Dugaan Korupsi di Pemko Siantar

Segera Tangkap dan Adili Koruptor

FaseBerita.ID – Maraknya dugaan korupsi di beberapa instansi di Pemko Pematanssiantar membuat Lembaga Transformasi Fublik (LTP) mendesak Kejaksaan dan Polres Pematangsiantar untuk segera memproses beberapa laporan mereka.

Desakan itu mereka sampaikan lewat aksi demo ke kantor Kejaksaan Negeri Siantar, Rabu (12/2).
Puluhan massa datang dengan membawa beberapa spanduk dan poster yang bertuliskan desakan Tangkap dan Adili Koruptor.

Dalam peryataan sikapnya, LTP menjelaskan bahwa ada tiga instansi yang mereka laporkan kepada pihak Kejaksaan dan Polres Siantar di antaranya Kepala Dinas Perhubungan berinisial ES, Kepala Dinas Pendidikan Siantar ENS, dan Dirut PDAM Tirtauli.

Koordinator aksi Johannes Sembiring mengungkapkan, ada dugaan korupsi di Dinas Perhubungan pada pengadaan traffic light TA 2017 dan 2019, dugaan korupsi Dirut PDAM Tirtauli pada kegiatan program hibah air minum untuk masyarakat berpenghasilan rendah tahun anggaran 2019 dan dugaan gratifikasi, pungli dan pelanggaran ketentuan perundang-undangan oleh Kepala Dinas Pendidikan.

Menurut mereka, di Siantar banyak laporan dan pengaduan dugaan korupsi yang disampaikan kepada pihak kepolisian dan kejaksaan. Tetapi hampir tidak pernah bergulir di meja hijau.

“Kami meminta agar Kapolres dan kejaksaan mengusut serius dugaan suap dan penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran ketentuan yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan pada pengangkatan kepala sekolah. Kami juga meminta agar Kapolres dan Kajari mengusut sampai tuntas dugaan korupsi Direksi PDAM Tirtauli Pematangsiantar,” ujarnya.

“Kami juga meminta kepada Kapolres dan Kejari untuk mengusut tuntas dan memproses sampai tuntas dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kepala Dinas Perhubungan yang telah kami laporkan. Bahkan, pada kesempatan ini kami memberikan laporan dan pengaduan tambahan atas dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kadis Perhubungan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup,” tambahnya.

Salahsatu pengurus LTP Anthony Damanik juga menambahkan bahwa ada yang paling tidak wajar yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Siantar.

“Ada empat orang Kasek SMP tidak ikut testing dan tidak memiliki sertifikat justru itu yang diangkat menjadi kepala sekolah dan 2 orang kepala sekolah SMP yang dinyatakan belum layak dan tidak memiliki sertifikat justru diangkat juga jadi kasek. Tapi yang lulus tes justru tak diangkat. Inikan sangat tidak wajar sehingga kuat dugaan ada praktik suap dan gratifikasi,” terangnya.

Kasipidsus Dostom Hutabarat SH bersama Kasi BB Togap Silalahi SH menemui massa dan berjanji akan segera mengusut semua laporan-laporan LTP.

“Aspirasi teman-teman LTP akan kita sampaikan kepada Kajari Siantar. Yang pasti kita akan mengusut tuntas setiap kasus yang menyalahi aturan hukum,” ujarnya. (ros/Mag 04)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close