Berita

Masker Langka, Warga Diminta Tetap Tenang

FaseBerita.ID – Sejak isu virus corona merebak di Indonesia, masker yang selama ini hanya dipakai untuk keperluan tertentu saja, kini jusru sangat diburu masyarakat dan menjadi barang yang langka, termasuk di Kota Sibolga.

“Kalau beberapa bulan lalu kita ingin membeli masker di apotik, barang ini selalu tersedia dalam varasi harga yang terjangkau, namun saat ini, barang tersebut sulit diperoleh dan harganya juga mahal,” jelas salah seorang warga Sibolga, Dapot H (36), Minggu (8/3).

Dirinya menduga bahwa langkanya masker karena selain pengguna yang memburu barang ini, juga dikhawatirkan karena adanya oknum tertentu yang menginginkan keuntungan pribadi yang besar dari penjualan masker. “Untuk itu diharapkan pemerintah dapat bertindak tegas terhadap perilaku yang tidak bersahabat ini, yang mengakibatkan barang ini langka,” jelasnya.

Sementara itu salah seorang pegawai apotik di Kota Sibolga bermarga Siahaan, mengaku bahwa stok masker yang mereka miliki telah habis terjual sejak awal Februari lalu. “Stoknya kosong bang, sudah hampir sebulan lebih, harganya juga tak menentu,” ungkapnya.

Menurutnya, kelangkaan itu disebabkan kekhawatiran penularan virus corona. Sehingga, kebutuhan masyarakat terhadap masker mendadak meningkat. “Tapi katanya karena virus corona, kalau sekarang banyak orang yang minta, tapi barangnya tak ada,” sebutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sibolga melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Sri Wahyuni saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (6/3) lalu meminta masyarakat untuk tidak perlu panik menanggapi fenomena sosial yang tengah terjadi.

“Terkait masker, kita juga sudah mengupayakan, karena ini bukan hanya masalah lokal, tetapi juga sudah menjadi masalah nasional. Kami mengimbau agar masyarakat tidak panik,” imbau Sri, di kantornya.

Selain itu, Sri menyebut bahwa Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga sebelumnya telah mengingatkan, masker hanya diperuntukkan bagi seseorang yang sedang mengalami gangguan pada kesehatan. “Kita juga sudah mendengar yang disampaikan dari Menteri Kesehatan, bahwa masker itu untuk mereka yang sakit, jadi kalau kita tidak sakit, tidak perlu memakai masker,” sebutnya.

Hal penting dilakukan guna melindungi tubuh dari serangan virus corona maupun penyakit lainnya, kata Sri, yakni dengan meningkatkan kesadaran terhadap pola hidup bersih dan sehat. Dan Untuk edukasi (pembelajaran) kepada masyarakat tentang virus corona dan cara pencegahannya, Dinas Kesehatan Sibolga aktif menyebarkan informasi melalui media cetak maupun elektronik.

“Kami lebih menekankan kepada masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, tetap jaga kesehatan, banyak-banyak minum air putih. Kemudian, menghindari tempat keramaian dan pergi ke daerah yang terjangkit dengan virus corona. (mis)

Universitas Simalungun  
Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close