Berita

Masa Berlaku Sudah Habis, 5 Senpi Disita dari Personil Polres Simalungun

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Lima senjata api (senpi) disita dari personil Polres Simalungun. Penyebabnya, izin penggunaannya sudah habis masa berlakunya.

Penyitaan tersebut sesuai hasil pemeriksaan Satuan Propam Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) terhadap 250 senpi yang digunakan personil Polres Simalungun. Pemeriksasn dilakukan di Mapolres Simalungun, di Pematang Raya, Rabu (28/8/2019).

Pemeriksaan senpi dipimpin Katim Propam Poldasu AKP M Tomi dan Iptu Sibakir didampingi Kasi Propam Polres Simalungun Iptu Alwan. AKP M Tomi menerangkan, pemeriksaan senpi dilakukan di seluruh Polres di Sumatera Utara. Trekahir, di Polres Simalungun dan Polres Pematangsiantar.

“Ini perintah khusus Kapolda Sumut untuk menertibkan senpi yang tidak sesuai prosedur. Tim sudah keliling Sumut, terakhir Simalungun dan Siantar,” ujarnya.

Dilanjutkan Tomi, pemeriksaan senpi terkait kasus baku tembak sesama polisi di Bekasi, Jakarta beberapa waktu lalu. Saat ditanya lebih lanjut, Tomi menjelaskan, sesuai prosedur pemegang senpi harus memiliki rekomendasi dari Kapolres. Lalu, harus menjalani tes urine dan tes psikologi. Sedangkan masa berlaku kepemilikan senpi selama setahun. Apabila sudah habis masa berlaku, harus diurus kembali.

Sementara Kasi Propam Polres Simalungun Iptu Alwan menyebutkan, personil Polres Simalungun yang menggunakan senpi ada 250 orang.

“Semua pengguna senpi di Polres Simalungun 250 personil. Mereka ini terdiri atas perwira dan Kabag, dan semuanya diperiksa. Hasil pemeriksaan, diketahui lima pemegang senpi yang merupakan personil Polsek, telah habis masa berlakunya. Jadi kita sita dari personil Polsek,” sebutnya.

Masih kata Iptu Alwan, personil pengguna senpi harus memiliki kartu atau Surat Izin pemegang/pengguna senpi yang ditandatangani Kapolres dan berlaku selama setahun. Jika habis masa berlakunya, dapat diurus lagi. Namun jika tanpa kartu atau surat izin, senpi wajib disita.

“Kita tidak sembarangan memberikan senpi. Prosedurnya, harus ada izin dari pimpinan, harus tes psikologi, tes urine, dan kepribadian personil dinilai secara selektif. Jika peminum tuak, tidak dikasih izin,” jelasnya.

Ditambahkannya, pemeriksaan senpi tidak hanya untuk masa berlaku, namun juga dicek kesesuaian jenis dan nomor senpi, butir peluru, dan kebersihan.

“Kalau senpi jorok, disita dan disimpan di gudang,” pungkasnya. (mag-05)

iklan usi



Back to top button