Berita

Mantan Komisioner Komnas HAM Penjamin 2 Warga Sihaporas yang Ditahan

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (KomNas HAM) Jhony Nelson Simanjuntak, menjamini dua warga Sihaporas, Kecamatan Pamatang Sidamanik yang ditahan Polres Simalungun pasca bentrok dengan pihak PT Toba Pulp Lestari (TPL) beberapa waktu lalu.

Jhony Nelson yang saat ini menjabat Ketua Bidang Hukum & HAM Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Pusat, siap membantu keduanya, Jonny Ambarita dan Thomson Ambarita. Keduanya ditahan usai memberikan keterangan sebagai saksi.

Jhony Nelson mendatangi Mapolres Simalungun, Kamis (24/10/2019) sekira pukul 13.30 WIB. Ia bersama istri Jonny dan Thomson, warga, penasehat hukum Sahat Hutagalung selaku Koordinator Bantuan Hukum Perhimpunan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatera Utara (Bakumsu), staf Roy Marsen Simarmata, Ronald Syafriansyah, serta Agus Simamora dari Lembaga Aman Tano Batak.

Sahat Hutagalung, Jumat (25/10/2019) mengatakan, tujuan mereka datang ke Polres Simalungun untuk menyerahkan surat permohonan penangguhan penahanan Jonny Ambarita dan Thomson Ambarita.

Dalam surat permohonan penangguhan penahanan itu dituliskan tiga alasan, yakni Jonny dan Thomson beritikad baik selama proses perkara, keduanya merupakan tulang punggung keluarga dan anak-anak mereka masih kecil serta butuh biaya hidup.

“Ada empat orang penjamin, yaitu Nelson Simanjuntak dan istrinya, Abdon Nababan sebagai Wakil Ketua Dewan Aliansi Masyarakat Nusantara Indonesia, dan Domuara Ambarita selaku General Manager Content (Koordinator Peliputan Nasional Tribunnews.Com Network). Mereka menjamini Jonny dan Tomson tidak akan melarikan diri,” jelasnya.

Namun karena Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Ompusunggu tidak berada di ruangannya, surat permohonan itu diserahkan ke Bagian Kasium Polres Simalungun.

Petugas Kasium Polres Simalungun, Arnida mengaku telah menerima surat dari Koordinator Bakumsu.

“Ya, ada tadi kita terima surat dari Bakumsu dan warga Sihaporas. Surat ini akan disampaikan kepada Kapolres Simalungun,” ujarnya.

Humas PT TPL Aek Nauli Dipanggil Polisi

Sementara itu, Humas PT TPL Aek Nauli, Bahara Sibuea dipanggil penyidik Polres Simalungun atas laporan pengaduan pemukulan warga Sihaporas, Thomson Ambarita. Saat tiba di Polres Simalungun, Jumat (25/10/2019) tangan kanan Bahara masih terbungkus kain. Ia didampingi penasehat hukum dan karyawan PT TPL. Kepada wartawan, Bahara mengaku kedatangannya ke Polres Simalungun untuk memenuhi pemanggilan sebagai saksi.

“Saya mendapat panggilan kembali dari Polres Simalungun terkait pengaduan Thomson Ambarita atas tuduhan penganiayaan terhadap dirinya,” ujarnya.

Namun Bahara membantah telah memukul Thomson. Malah, katanya, justru ia yang menjadi korban penganiayaan.

“Saya tidak ada memukul dia. Justru kami yang teraniaya. Akibatnya saya mengalami patah tulang di tangan kanan dan luka-luka di tubuh saya. Bahkan tujuh teman saya juga luka-luka karena dipukul pakai balok dan cangkul,” terangnya.

Bahara berharap Polres Simalungun dapat mengusut tuntas peristwa yang terjadi 16 September 2019 lalu.

“Harapan kita, Polres Simalungun mengusut tuntas serta pelaku diadili dan dihukum sesuai aturan hukum yang berlaku,” tukasnya.

Selain itu, Risnan Ambarita warga Sihaporas, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, juga dipanggil polisi untuk dimintai keterangan.

Penasehat hukum warga Sihaporas, Sahat Hutagalung selaku Koordinator Bakumsu melalui Roy Manser Simarmata mengatakan, pihaknya mengajukan permohonan perlindungan terhadap Risnan sebagai saksi.

“Kita juga sudah mengajukan permohonan perlindungan terhadap Risnan sebagai saksi. Sebab pengalaman sebelumnya, justru dilakukan penahanan terhadap saksi,” katanya.

Dilanjutkannya, minggu depan giliran Rasmida Ambarita dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Karena dia yang melihat Thomson dipukuli oleh Humas PT TPL Bahara Sibuea. Kalau Risnan, dia saksi yang melihat Thomson terkapar dan membawa Thomson berobat ke Puskesmas Sidamanik,” ucapnya.

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Agustiawan saat dikonfirmasi via telepon selulernya, menjelaskan pemanggilan saksi-saksi tersebut untuk melengkapi data penyelidikan.

“Keterangan saksi-saksi dimintai untuk melengkapi data penyelidikan. Kasus itu masih dalam proses,” ujarnya. (mag-05)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button