Berita

Mantan Kepala Desa di Batubara Perintahkan 2 Warganya Mengemis hingga ke Simalungun

SIANTAR, FaseBerita.ID – Dua orang pengemis yang diketahui berasal dari Kabupaten Batubara yang membawa berkas berisikan surat perintah dari Pangulu (Kepala Desa) untuk meminta bantuan kepada masyarakat.

Dua orang tersebut tak sengaja ditemukan ketika hendak meminta-minta di salahsatu cafe di Jalan MH Sitorus, Kota Pematangsiantar.

Warga yang merasa curiga salah seorang masyarakat coba memeriksa kedua orang tersebut.

“Aku lihat dia bawa dokumen, jadi aku minta, ternyata ada surat perintah dari Pangulu mereka (Zulaika), dan ternyata mereka warga Batubara,” ujar seorang warga.

Tak hanya itu saja kedua orang tersebut ternyata masih di bawah umur yakni berumur 15 tahun berinisial RG (15) dan HS (15).

Ketika ditanyai keduanya mengakui jika mereka mendapatkan persetujuan dari Kepala Desa Bagan Dalam Zulaika, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara. Dibuktikan dengan surat perintah.

“Kami memang sudah disetujui sama kepala desa bang dan kami dapat tandatangan dari pangulu. Orang tua kami juga mengantar kan kami naik bus untuk menuju ke kota Pematangsiantar,” sebutnya.

Diakui mereka untuk menuju Siantar dari Batubara mereka menggunakan bus dan penghasilan mereka sehari nya sebesar Rp100 ribu per hari.

“Kami naik Bus dan sampai Siantar Jam 11 siang, terus jam 1 siang kami pulang ke Batubara. Kami kasih ke mama bang apa yang kami dapat,” ujar mereka yang mengaku penghasilan mereka serahkan kepada orang tua mereka.

Terpisah, Kadis Kominfo Batubara Andri Rahardian ketika dikonfirmasi wartawan menyebutkan hal tersebut akan langsung diinformasikan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

“Kita akan sampaikan informasi ini langsung ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, agar dilakukan pembinaan,” sebutnya.

Terpisah, Radiansyah, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) saat dikonfirmasi media ini melalui telepon seluler mengatakan akan mengkonfirmasi langsung ke kepala Desa Bagan Dalam, kenapa sampai mengeluarkan surat itu.

“Nanti kita akan konfirmasi kepada kepala desa dan akan mengingatkan kepala-kepala desa lainnya. Kami Kordinasi kan lagi ke Camat agar mengingat kan kepala desa,” ujarnya.

Saat di singgung media ini kalau si anak di bawah umur itu seperti ada yang mengkoordinir jadi di eksploitasi.

Dia menegaskan kalau Zulaika itu adalah kepala desa yang lama sekarang Bagan Dalam itu sudah yang baru yang bernama Julkifli kepala desa yang baru.

“Kita akan tindak lanjuti lah dan kita akan suruh agar Kepala Desa yang baru segera menindaklanjuti kasus ini dan meninjau langsung masyarakatnya,” ujarnya sembari mengatakan secepatnya akan di tindak lanjuti kepada mantan kepala desa tersebut.

Adapun isi dari Surat tersebut yakni berisi benar nama-nama tersebut di atas adalah penduduk Desa Bagan Dalam kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, dan benar nama-nama tersebut adalah anak yatim yang berasal dari golongan keluarga miskin, dan untuk memenuhi kebutuhan anak yatim tersebut dimohon kepada bapak, ibu, saudara, saudari, dapat memberikan bantuan seikhlas hati, agar anak tersebut dapat hidup dapat hidup dengan layak sebagaimana mestinya.

Dan surat ini langsung ditandatangani oleh Pj Kepala Desa Bagan Dalam atas nama Zulaika. (mag-04)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button