Berita

Mantan Karyawan PTPN III Kebun Huta Padang Kecewa, Tandatangani Pesangon Rp34,5 Juta Diterima Rp11 Juta

ASAHAN, FaseBerita.ID – Mawan Sandra (35), warga Dusun V Desa Sei Nadoras tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah dipecat dari perusahaan perkebunan PT Perkebunan Nusantara (PT PN3) Kebun Huta Padang, Kabupaten Asahan dan sempat menandatangani pesangon senilai Rp34,5 Juta namun yang diterima hanya Rp11 Juta.

Dia menuding perusahaan BUMN tempat dia pernah bekerja selama sembilan tahun itu tidak membayar pesangon secara penuh sebagaimana mestinya, setelah di putus hubungan kerja (PHK) dari status karyawan tetap sebagai pemanen.

“Saya sangat kecewa dengan manajemen perusahaan. Karena jumlah pesangon yang saya terima hanya sekitar Rp11 juta. Padahal yang saya tandatangani, jumlahnya sekitar Rp34,5 juta,” ungkap Mawan saat bertemu dengan wartawan di kantor DPRD Asahan, Senin (20/1).

Diterangkan Mawan, perusahaan sebelumnya telah mentransfer uang sebesar Rp28 juta lebih ke rekening miliknya. Jumlah tersebut, sesuai dengan jumlah uang pesangon yang ditandatanganinya sebesar Rp34 juta, setelah dipotong dengan cicilan utang pribadinya.

“Dari Rp28 juta itu, perusahaan meminta saya untuk mengembalikan uang sekitar Rp23 juta. Alasannya, karena kelebihan bayar. Dan sudah saya kembalikan,” kata Mawan, sambil menunjukkan transaksi di buku tabungannya.

Sebelum di PHK, menurut Mawan, dirinya memang jarang masuk kerja. Sebab kondisi fisiknya kurang sehat setelah menjalani operasi usus buntu, penyakit yang dideritanya. Pekerjaan sebagai pemanen dianggap terlalu berat dan bisa membahayakan dirinya, karena masih dalam tahap pemulihan.

“Setelah operasi, saya pernah minta dipindahkan ke bidang yang lainnya. Tapi ditolak. Alasan perusahaan, tenaga pemanen sangat dibutuhkan,” katanya.

Setelah itu, lanjutnya, pihak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan tidak hormat atas dirinya terhitung tanggal 1 Oktober 2019.

“Karena itulah, saya ingin meminta perlindungan atas hak-hak saya. Dan tidak hanya saya saja. Sebelumnya, ada juga 5 rekan saya yang mengalami nasib serupa,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Perkebunan (SP-BUN) PT PN III Kebun Huta Padang, Darvin Sinaga, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (21/1), di kantor perkebunan setempat membenarkan hal tersebut. Namun, PHK yang dilakukan perusahaan lantaran Mawan memilih berhenti dengan tidak hormat.

“Jadi, bukan karena dipecat. Tapi karena mengundurkan diri secara sepihak,” kata Darvin.

Awalnya, kata Darvin, perhitungan jumlah pesangon Mawan memang benar Rp34,5 juta. Jumlah tersebut, terdiri dari Uang Pesangon Rp21,4 juta; Uang Penghargaan Masa Kerja Rp7,1 juta; Uang Pengganti Cuti Tahunan Rp1,7 juta; dan Uang Penggantian Perumahan dan Perobahan sebesar Rp4,3 juta.

Hanya saja, jumlah tersebut dikoreksi oleh auditor menjadi Rp11,2 juta, terdiri dari Uang pisah sebesar Rp9,5 juta dan Uang Pengganti Hak Cuti Tahunan sebesar Rp1,7 juta. Pembayaran tersebut, menurut Darvin, telah sesuai sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. (per)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker