Berita

Mantan Bupati Tapteng Divonis 5 Tahun Penjara

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Divonis oleh Hakim selama 5 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan penjara atas kasus pencucian uang, terdakwa Raja Bonaran Situmeang mantan Bupati Tapteng berpikir-pikir untuk mengajukan banding.

Hal itu terungkap dalam persidangan yang berlangsung, Senin (8/7/2019) di Pengadilan Negeri (PN) Sibolga yang beragendakan pembacaan putusan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Martua Sagala, Hakim Anggota Marilop WP Bakkara dan Obaja Sitorus, Ketua Tim Penasehat terdakwa yakni Mahmudin Harahap, serta Jaksa Penuntut Umum Syahrul Efendi Harahap.

Dalam amar putusannya, Hakim menyatakan bahwa terdakwa Raja Bonaran Situmeang terbukti bersalah sehingga menjatuhkan hukuman kurungan penjara kepada terdakwa Raja Bonaran Situmeang selama 5 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan penjara dikurangi dengan masa tahanan yang telah dijalani terdakwa sejak 17 Oktober 2018.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa, oleh karena itu, pidana penjara selama 5 tahun dan denda sejumlah Rp1 miliar rupiah dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan,” ucap Ketua Majelis Hakim Martua Sagala.

Sebelumnya, Hakim Anggota Obaja Sitorus mengatakan, saat mengambil keputusan untuk menjatuhkan vonis kepada terdakwa Bonaran, pihaknya juga telah mempertimbangkan terlebih dahulu hal yang meringankan dan memberatkan dari terdakwa.

“Keadaan yang memberatkan, terdakwa sudah pernah dihukum, terdakwa tidak jujur dalam memberikan keterangan. Keadaan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan di dalam persidangan,” kata Obaja.

Usai pembacaan putusan itu, terdakwa Bonaran yang langsung ditanyai oleh Ketua Majelis Hakim apakah akan melakukan banding atas vonis itu atau pikir-pikir dulu, terdakwa Bonaran pun menyatakan akan berpikir-pikir dulu.

“Baik, saudara terdakwa memiliki waktu selama 7 hari untuk berpikir-pikir dulu. Dan saya ingatkan, bila banding, maka terdakwa sendiri yang harus mengajukan tidak boleh penasehat hukumnya ya, itu agar saudara tidak kehilangan hak,”kata Martua sembari mengetuk palu dan menyatakan sidang atas terdakwa Bonaran yang didakwa melakukan pidana pencucian uang telah selesai dan sidang ditutup.

Sementara, usai menjalani sidang itu, terdakwa Bonaran langsung diboyong menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Negeri Sibolga menuju Lapas Klas II A Sibolga. Tampak, saat hendak memasuki mobil tahanan, beberapa warga terus-menerus berteriak meminta terdakwa Bonaran agar dibebaskan.

Sebelumnya, pada Senin (27/5/2019) lalu di ruang persidangan, Jaksa Syahrul Efendi Harahap menuturkan berdasarkan fakta persidangan atas keterangan para saksi-saksi dipersidangan, maka pihaknya meminta Ketua Majelis Hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara 8 tahun kepada terdakwa Raja Bonaran Situmeang.

“Menghukum terdakwa Raja Bonaran Situmeang dengan pidana 8 tahun,”ucap Syahrul saat membacakan dakwaan.

Selain itu, Ia juga meminta terdakwa Bonaran membayar denda hingga mencapai angka Rp1 miliar rupiah.

“Terdakwa Raja Bonaran Situmeang membayar denda 1 Miliar subsider 1 tahun penjara,”ujar Syahrul. (dh)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close