Berita

Mangapul Ungkap Pungli di Dinas PMPTSP Siantar: Uang Perjalanan Dinas Dikutip 30 Persen

SIANTAR, FaseBerita.ID – Pasca dinonjobkan dari jabatannya sebagai Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Pematangsiantar, Mangapul Sitanggang angkat bicara tentang dugaan praktik pungli yang terjadi di dinas tersebut. Pungli tersebut diambil dari biaya perjalanan dinas PNS sebesar 30 persen.

Menurut Mangapul, praktik pungli ini sudah berjalan selama tiga tahun terakhir, yang diduga melibatkan Kadis PMPTSP AS dan Bendahara Agus Suvriano.

Dimana setiap PNS yang melakukan perjalanan dinas mendapat uang saku sebesar Rp1 juta per hari. Lalu ditambah dengan uang transportasi dan makan.

“Setelah kita pulang, kita bayar sama Kadis (AS, red) sebesar 30 persen. Jadi yang mengutip itu bendahara atas suruhan Kadis,” beber Mangapul Sitanggang kepada wartawan, Selasa (7/1/2020).

Mangapul yang baru saja dinonjobkan itu lebih jauh memaparkan, bendahara langsung menghitung setoran wajib yang diberikan usai perjalanan dinas. Namun, Mangapul tidak tahu uang itu setoran untuk apa.

“Itu sudah ada arahan dari Kadis. Kata bendahara begitu. Gak pernah saya tanya pula untuk apa itu. Langsung saya kasih saja. Kita bayangkan ada SPPD Rp800 juta. Berapa itu (keseluruhan). Sekitar tiga tahun lalu aku sudah diberlakukan begitu,” ungkapnya.

Mangapul mengatakan, terakhir ia menyetor 30 persen dari perjalanan dinas sekitar empat bulan yang lalu. Sepulang dari Jakarta, ia menyetor 30 persen ke bendahara.

Bahkan, Mangapul juga sempat mengeluhkan masalah ini kepada Kadis. Namun tidak mendapat respon baik.

“Padahal sudah ada OTT (Operasi Tangkap Tangan) di Dispenda oleh Polda Sumut. Tetapi masih saja berani mereka,” terangnya.

Mangapul mengatakan, tujuannya membeberkan masalah ini adalah agar setiap PNS tidak terus dilakukan semena-mena oleh atasan.

“Kalau jabatan nggak ada artinya sama saya. Saya mau supaya PNS jangan dilakukan seperti itu,” ujarnya.

Dia juga merasa ada kejanggalan dengan pencopotannya dari jabatan sebagai Sekretaris PMPTSP. Apalagi, ia sudah lulus asesmen (seleksi) untuk menempati posisi Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

“Saya kaget diganti karena merasa tidak bersalah. Kemudian saya lulus asesmen tes yang begitu ketat. Saya lulus. Oke, hak Walikota untuk mengganti pejabat. Tapi jabatan saya sekarang pun dicopot. Saya tidak tahu salah dimana. Saya merasa dizolimi Herfiansyah (Walikota Siantar),” ujarnya.

“Masalah pelantikan memang wewenang walikota. Tapi ada prosedur-prosedur yang menjamin itu. Sekarang kan aneh, saya saja untuk Eselon II secara detektif berhasil. Kenapa dari Eselon 3A saya dicopot. Ini yang menjadi pertanyaan saya. Saya merasa tidak pernah berbuat salah,” ujarnya sembari mengatakan kalau dia salah, pasti ada surat teguran. Nyatanya ia tidak pernah mendapat surat terguran dari siapapun.

Mangapuljuga  membenarkan kalau saat ini dirinya telah dinonjobkan dari jabatannya sebagai Sekretaris di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Untuk menindaklanjuti hal itu, dia telah mengambil langkah melalui jalur hukum dan sudah melaporkan ke PTUN dan KASN.

“Ada tiga langkah yang akan saya lakukan. Pertama, saya telah melaporkan melalui PTUN. Kedua, KASN, dan ketiga saya biarkan begitu saja, yang penting masyarakat sudah mengetahui kebobrokan di dinas itu,” ujarnya sembari mengatakan, akan memberitahukan langkah mana yang terbaik akan dilakukan. (mag04/fe)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close