Berita

Mandi-mandi di Sungai Silau, 2 Remaja Tenggelam di Sungai Silau

FaseBerita.ID – Dua remaja yang bersaudara sepupu, Fauziah (15) dan Rivai (17) hanyut di Sungai Silau, tepatnya di kawasan Beting Kelurahan Sendang Sari Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan, Minggu (20/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Hingga Senin (21/9) siang pencarian keduanya masih dilakukan.

Sebelumnya, kedua remaja itu bersama dua temannya yang lain refreshing dan mandi–mandi di Sungai Silau. Saat sedang berenang sambal bersenda-gurau di bibir sungai, tiba-tiba seorang di antara mereka terpeleset hingga tenggelam terbawa arus. Kemudian, seorang temannya berniat menolong, namun ikut tenggelam dan tak muncul ke permukaan.

Korban hanyut pertama yakni Fauziah. Sedangkan yang berniat menolong namun ikut tenggelam bernama Rivai. Keduanya masih saudara sepupu dan merupakan warga Kisaran Timur.

Kepala Bidang Kedaruratan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan, Afifudin Gurning kepada wartawan membenarkan kejadian tersebut.

“Kejadian sekitar jam dua siang. Tak lama, langsung dilaporkan kepada kami yang kemudian turun melakukan pencarian di lokasi,” terangnya.

Pencarian dilakukan hingga pukul 16.00 WIB, namun kedua korban belum ditemukan. Pencarian dilanjutkan Senin (21/9). Sejumlah perlengkapan diturunkan, seperti perahu karet LCR oleh Satgas BPBD Asahan.

Di kawasan tersebut memang sering terjadi warga hanyut dan tenggelam karena mandi-mandi sungai. Di lokasi tersebut terdapat beting pasir di tepiannya. Namun jika ada yang kali pertama datang, sering terkecoh. Sebab, lokasinya seperti dataran yang dangkal, hanya saja sewaktu-waktu bisa menjadi kedalaman yang tak terhingga. Apalagi arus di sekitar sungai cukup deras.

Lurah Sendang Sari, Bambang Samudra, mengatakan dalam setahun sudah banyak yang menjadi korban tenggelam di kawasan yang kerap dijadikan masyarakat sebagai lokasi rekreasi gratis.

“Padahal di sekitar sini sudah pernah ada dipasang plank imbauan agar berhati- hati kalau mandi di sungai ini. Tapi sekarang sudah dicopot orang tak bertanggungjawab. Sering di sini kejadian laporan orang hanyut,” kata Bambang saat ditemui di seputar lokasi pencarian korban tenggelam.

Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemilik lahan di dekat sungai untuk membuat plank imbauan agar masyarakat lebih waspada.

“Kita minta izin dulu sama yang punya tanah. Nanti kita pasang lagi plank pemberitahuan supaya orang waspada,” kata dia. (per)





Back to top button