Berita

Manajemen Hotel WI Terkait Bocah Tenggelam: Ada Kelalaian Orangtua

FaseBerita.ID – Terkait penyebab meninggalnya Rezeki Alfiandi Nainggolan, bocah berumur 6 tahun yang tenggelam di kolam renang Hotel Wisata Indah (WI), Minggu (8/3) lalu, pihak menajemen hotel menyebut juga karena kelalaian orangtuanya.

Hal tersebut disampaikan Mariadi, Manajer Hotel WI dalam keterangan persnya, Selasa (10/3). Namun, dia juga mengakui kalau kejadian tersebut tidak terlepas dari kelalaian mereka selalu pengelola.

“Kami terima itu, artinya kami tidak membantah unsur kelalaian itu pasti ada. Kalau tidak lalai pasti termonitor kan. Selain kelalaian kita, itu masalah di orangtuanya juga. Bagaimanapun juga mereka (penjaga kolam) sudah ingatkan juga, jaga anaknya ya Bu. Karena ditengok masih kecil,” kata Mariadi.

Sekilas, dia menceritakan kronologis kejadian menurut keterangan karyawan hotel padanya. Kebetulan, pada hari kejadian, Mariadi sedang tidak bekerja. “Pas hari Minggu kemarin kan saya gak tugas, libur. Sekira pukul 17.45 WIB saya ditelepon, ada kejadian, orang tenggelam di kolam renang. Kami lagi di rumah sakit pak.

Kondisinya, saya bilang. Sudah meninggal katanya. Ya udah, saya ke sana, saya bilang. Di tengah jalan, saya ditelepon lagi, katanya sudah di rumah duka. Trus saya kejar ke sana. Malam itu saya sampai jam 9 di rumah duka. Kalau kejadian, kata staf saya, sekira jam 06.45 WIB mereka masuk rombongan dengan beberapa ibu-ibu sama anaknya. Anak ini sama ibunya berenang,” terbangnya.

Tak berapa lama kemudian, Mirna Hutasoit (26) ibu korban merasa kehilangan anaknya. Karena pada saat itu, korban dibiarkan berenang sendiri di tempat yang dangkal. Sementara, ibunya berenang di tempat yang paling dalam.

“Sekira pukul 17.00 WIB ibunya merasa kehilangan anaknya. Kayaknya anak ini berenang sendiri, gak dijaga. Trus, jam 5 itu ibunya sadar, mana anakku, mana anakku. Lari-larilah ibunya nyari anaknya,” ungkap Mariadi.

Petugas kolam bernama Dedi kemudian membantu mencari setelah mendengar Mirna kehilangan anak. Dedi pun menyisir dasar kolam dan melihat korban telah telungkup di sekitar gazebo kolam.

“Datang si Dedi, ditengok-tengoknya kolam renang itu. Dikasih tahunya lah sama kawannya si Zulham, kayaknya di dalam kolam itu bro. Jadi, si Zulhamlah yang menyelam ke dalam kolam, diangkatlah. Si Dedi yang menerima di pinggir kolam renang,” katanya.

Saat itu pihak hotel sempat berusaha memberi pertolongan pertama. Korban pun sempat muntah-muntah dan matanya mulai terbuka. “Kita cobalah memberikan pertolongan pertama. Waktu itu, sempat muntah-muntah anaknya, sudah sempat terbuka matanya sedikit, sudah ada pergerakan. Datang si Zulham ini berinisiatif mengambil air hangat ke restauran. Kita kasih minum dulu katanya. Tapi pas si Zulham mengambil air hangat, bawa ke rumah sakitlah katanya,” tukas Mariadi.

Setibanya di rumah sakit, pihak medis langsung memeriksa korban dan dinyatakan telah meninggal dunia.

“Diangkat si Dedi-lah ke becak, dibawalah ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit, dinyatakan sudah meninggal,” pungkasnya.

Mariadi mengakui kalau ini merupakan kejadian kedua kalinya. Setelah bocah 12 tahun asal Sosorgadong Tapteng juga meregang nyawa di dasar kolam pada Desember 2013. “Setahu saya yang kedua kali,” sebut Mariadi.

Atas kejadian tersebut, Manjemen Hotel WI sangat menyesalkan dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. “Waktu kejadian itu, dijaganya kolam renang itu. Tetap dua orang itu, si Zulham sama si Dedi. Kalau hari Minggu, yang dua itu tetap jaga sampai sore. Fikiran kita kan jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Atas nama manajemen kami sangat menyesalkan kejadian ini. Memang kita gak pernah mengharapkan ini terjadi,” kata Mariadi.

Meski demikian, pihak Hotel tetap akan bertanggungjawab atas kejadian naas tersebut. Salah satu bukti keseriusannya, pihak Hotel telah memberikan santunan kepada pihak keluarga korban. “Beberapa karyawan kita, yang tersangkut dengan masalah ini sudah di-BAP polisi, termasuk saya. Kemudian kita sudah melakukan pendekatan secara kekeluargaan, sudah ada asuransi yang akan diberikan. Kemudian, dari perusahaan juga sudah ada memberikan santunan sebagai rasa turut berdukacita. Dan itu sudah diterima dengan ikhlas, sudah diterima dengan baik oleh pihak keluarga,” tandasnya.

Diketahui, kolam renang WI hanya terdiri dari 1 kolam yang luasnya sekitar 25 meter X 8 meter. Air kolam terendah 80 cm. Sedangkan, yang paling dalam 170 cm.

Untuk sistem pengamanan, selain menempatkan dua petugas jaga, pihak hotel juga memperbantukan sekuriti bila kondisi kolam ramai pengunjung. Selain itu, setiap hari, pelampung pembatas antara bagian yang dalam dengan yang rendah selalu terpasang. (ts)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button