Berita

Maling Laptop dan HP Ditangkap Usai Curi Kreta

FaseBerita.ID – Polisi mengungkap pelaku pencurian di rumah Fitri Juarti Tarihoran (29) di Jalan Hiu arah gunung, Senin (24/6/2019) lalu. Pelaku ditangkap saat ketahuan mencuri sepedamotor (kreta) bersama dua temannya, Minggu (1/3).

Dari hasil pemeriksaan diketahui, pelaku berinisial DB (31), warga Jalan Teratai Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara dan Jalan Sibolga Baru Kelurahan Pancuran Kerambil, Kecamatan Sibolga Sambas.

Menurut Kapolres Sibolga AKBP Triyadi dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, setelah kejadian korban sudah melapor ke Polsek Sibolga Sambas. Dalam laporannya, korban menyebut, kejadian sekira pukul 05.00 WIB dini hari saat suaminya terbangun dan melihat pintu belakang rumahnya terbuka. Diapun melihat Laptop dan HP sudah raib.

“Suaminya membangunkannya dan mengatakan, apakah pintu kamar mandi ditutup. Fitri menjawab, sudah ditutup. Namun, tas ransel warna merah merk Bringhome yang berisi laptop merk Asus warna hitam dan 1 unit hp merk Oppo A37 warna Gold, tidak ada lagi,” kata Sormin, Jumat (6/3).

Lama dicari polisi, pelaku akhirnya ditangkap oleh Satuan Reskrim Polres Sibolga, bersama dua temannya karena ketahuan mencuri kreta. “Polres Sibolga mengamankan 3 laki-laki, yang diamankan massa melakukan curanmor. Salah seorang pelakunya adalah DB. Sehingga Polres Sibolga menyerahkan DB ke Polsek Sibolga Sambas untuk diproses,” terangnya.

Kepada penyidik, DB mengakui perbuatannya. Diterangkannya, subuh itu dia sedang main warnet di samping rumah korban. Saat mau buang air kecil, DB melihat pintu samping rumah korban terbuka. Kemudian, timbul niat pelaku untuk mencuri.

“Pelaku kemudian masuk ke dalam rumah dan melihat sebuah tas ransel warna merah berisi 1 unit laptop merk Asus warna hitam dan dompet disamping tempat tidur. Ada juga, 1 unit HP terletak diatas meja. Barang-barang tersebut diambil lalu keluar dari dalam rumah,” ungkap Sormin.

Barang hasil curiannya kemudian disembunyikan di belakang rumah. Setelah hari terang, dia dan temannya menjual barang-barang curian tersebut.

“HP dijual ke Parombunan, kepada pemilik kedai tuak, ditawarkan dengan harga Rp600.000. Dua hari kemudian temannya itu menjualkan Laptop ke seseorang seharga Rp600.000. Pelaku memberi imbalan Rp50 ribu kepada temannya tersebut,” pungkasnya.

Uang hasil penjualan Hp dan laptop telah habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup pelaku.
Dari catatan Kepolisian, pelaku pernah dihukum dalam kasus yang sama pada tahun 2008 dan dihukum selama 1,5 tahun dilapas Tukka.

Ayah 4 anak tersebut akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di RTP Mapolsek Sibolga Sambas. Tersangka dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 3e dari KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. (ts)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button