Berita

Maket Kebun Raya Sipirok Hiasi Paviliun Tapsel di PRSU

TAPSEL, FaseBerita.ID – Maket dari rencana pembangunan Kebun Raya Sipirok, menghiasi paviliun Pemkab Tapsel pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2019. Keberadaan maket itu, menjadi daya tarik tersendiri dan diharapkan memiliki nilai edukatif bagi pengunjung, khususnya generasi.

Wakil Bupati Tapsel Aswin Efendi Siregar didampingi Kepala Bappeda Tapsel Abadi Siregar menegaskan, rencana pembangunan Kebun Raya Sipirok, merupakan salah satu program yang cukup visioner untuk generasi mendatang.

Tentunya, melalui pembangunan Kebun Raya Sipirok, tidak saja menjadi sarana rekreasi, tetapi diharapkan, menjadi sarana penelitian dan edukasi bagi generasi mendatang. Dan terpenting didalamnya memiliki nilai konservasi yang sangat tinggi. Apalagi, terdapat beberapa tanaman yang sudah mulai langka.

“Di dalamnya ada tanaman khas Tapsel yang mulai langka seperti Hamonyan (damar) dan beberapa jenis kayu meranti, yang tumbuh jauh sebelum ada rencana pembuatan Kebun Raya Sipirok,” terang Aswin.

Disampaikan, Pemkab Tapsel bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), melalui Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya (PKTKR), telah merancang pembangunan tersebut sejak 2018 lalu. Dan pihak LIPI telah melakukan survey lapangan.

“LIPI juga telah mengamati, tanah, meneliti sosial ekonomi dan ekologi atau lingkungan di lokasi,” terang Aswin.

Lantas terang Aswin, keberadaan Kebun Raya Sipirok, diharapkan menjadi daya tarik tersendiri, dan memiliki peran demi kemajuan Tapsel kedepan.

Sementara itu Abadi Siregar menambahkan, sesuai rencana, di lokasi Kebun Raya Sipirok yang memiliki sekitar 80 hektare tersebut, akan ditanami berbagai tanaman endemik Sipirok. Tentunya, berdasarkan kecocokan atas dasar penelitian, ditanami dengan tanaman dataran rendah dan tinggi.

“Salah satu ikonnya adalah tanaman Siala Sampagul dan berbagai tanaman endemik di Tapsel,” sebutnya.

Dikatakan, di dalamnya juga akan dibangun taman, gedung etnik Tapsel dan juga bangunan milenial sehingga menunjukkan kesan modern namun tetap menjaga khas daerah.

“Fasilitas yang akan dibangun, nantinya akan menggunakan listrik ramah lingkungan,” ucap Abadi seraya menegaskan, Kebun Raya tersebut, bukan ditumbuhi tanaman hutan secara keseluruhan akan tetapi ada rerumputan dan taman lainnya. (ran)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button