Berita

Makan Daging Anjing, 25 Orang Satu Keluarga Keracunan di Simalungun

FaseBerita.ID – Usai makan bersama dengan menu daging anjing (marbinda), sebanyak 25 orang sekeluarga warga Dusun 3, Kandang Lombu, Nagori Panombeian Huta Urung Kecamatan Jorlang Hataran, keracunan makanan. Mereka kemudian dilarikan ke Puskesmas Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, Jumat (21/2/2020) siang.

Sampai saat ini korban yang terdaftar di Puskesmas sebanyak 24 orang mengalami muntah-muntah, mencret, demam, ngilu-ngilu dan kepala terasa pening. Sebagian lagi berobat di Klinik.

Para korban marbinda, Rabu (19/2/2020) sekira Pukul 14.00 WIB, setelah makan daging Anjing, malamnya mulai mencret, demam, ngilu dan muntah-muntah.

Esok harinya, para korban berobat ke bidan dan dirumah, namun tidak kunjung sembuh bahkan tambah parah. Akhirnya para korban sepakat berobat ke Puskesmas.

Menurut Kristianus Naibaho warga setempat saat dikonfirmasi awak media ini, mengatakan bahwa yang makan daging anjing itu seluruhnya berjumlah 32 orang.

“Ada 15 Keluarga, jumlahnya yang makan 32 orang cuman yang mendaftar di Puskesmas 24 orang karena sebagian di klinik sebagian berobat pribadi,”ujarnya.

Saat ditanyai lebih lanjut, Kristianus Naibaho menjelaskan biasa dikampungnya ada tradisi marbinda Anjing, memotong dan makan bersama.

“Biasanya tradisi di kampung kami, kalau ada Anjing, kami Marbinda, patung-patungan sekitar Rp 50 ribu per bungkus, makan bersama dan sisanya dibawa ke rumah,”jelasnya.

Lanjut Kristianus Naibaho, biasanya jika mereka Marbinda, setelah makan mereka tetap sehat, akan tetapi kali ini beda bahkan menjadi keracunan.

“Kalau ada Anjing ya kita potong, siapa yang mau, ngumpul, biasanya kami sehat makannya tapi kali ini kok tumben yang makan jadi sakit,”sebutnya.

Sambung Kristianus Naibaho, dilihat kondisi tubuh anjing tampak sehat, namun anjing tersebut sering galak.

“Gegara galaklah makanya dipotong, kondisinya sehat kalau secara pengamatan tubuhnya. Tapi kalau menurut orang itu, setelah dipotong, melihat darahnya sepertinya anjingnya sakit, darahnya juga kurang masak dibuat,”ucapnya.

Untuk mengetahui jenis penyakit, Kristianus Naibaho mengatakan pihaknya sedang membawa sebagian daging B1 ke Puskesmas untuk di uji Laboratorium.

Ditambahkannya, yang paling parah, mencret-mencret sekira15 orang. Hal tersebut telah beritahukan kepada Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, DPRD dan mereka sudah meninjau ke lokasi.

“Saran saya kalau makan daging anjing itu harus masak betul, apalagi darahnya. Karena kita tidak tahu di dalam daging atau darahnya itu sudah tersimpan kuman penyakit atau bakteri lainnya,”katanya. (mag05/fi)

Melawan Virus Corona   Pascasarjana USI  
Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close