Berita

Makan Bunga di Perumahan Kebun BSRE, 8 Kambing Ditahan Perusahaan

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID– Miris, hanya karena diduga memakan tanaman di halaman rumah salah satu karyawan PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate Dolok Melangir, sebanyak delapan ekor ternak kambing milik Budi Hadinata (27) warga Kelurahan Aman Sari, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, sejak 14 Desember 2019 hingga saat ini “ditahan” pihak PT BSRE.

Hal tersebut terungkap saat Budi Hadinata menemui wartawan di salah satu warung kopi di Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Selasa (5/2) sekira pukul 10.30 WIB.

Dia ditemani penggembala ternaknya selama ini, Samsudin (50) warga Nagori Batu Silangit, Kecamatan Tapian Dolok.

Dalam penuturan keduanya, kejadian bermula pada malam tanggal 14 Desember 2019 lalu. Waktu itu hujan dan banjir, sehingga ternak kambingnya tidak dapat diawasi.

Meski sudah dilakukan pencarian usai hujan berhenti, namun tidak kunjung ditemukan. Hingga keesokan harinya Sabtu (15/12/2019) sekira pukul 09.00 WIB, pihaknya mendapat kabar dari PT BSRE kalau ternak kambing yang digembalakannya sudah diamankan dan berada di sekitar pabrik karet.

Mendapat kabar itu, Samsudin pun mendatangi pabrik karet milik PMA Jepang itu dan bertemu dengan securitynya benama Dedi dan Jono bermaksud mengambil ternak kambing sebanyak 8 ekor.

Sempat bertanya dan meminta agar ternaknya dapat diambilnya kembali, namun ditolak dengan alasan perintah dari atasan.

“Kata pihak security waktu saya ambil, tidak bisa karena ada perintah atasan dan harus dibawa ke Melangir. Saat saya tanya siapa atasannya, katanya Asisten R kata security bernama D. Katanya kambing makan tanaman bunga milik asisten tersebut. Karena nggak dikasih, saya pun pulang,” ungkap Samsudin.

“Sudah 3 kali aku datang ke sana. Yang pertama datang karena ada surat dari pihak PT BSRE. Waktu itu ada pihak kebun bernama Nurzaman mengatakan kalau mau ngambil kambing itu, dendanya Rp800.000 per ekor ditambah biaya perawatan yang memberi makan ternak selama diamankan mereka. Dan sudah dikatakan mereka dua kali. Yang pertama disampaikan Nurzaman, dan kedua disampaikan Pak Fadli,” kata Samsudin.

Kanit Reskrim Ipda Fritsel G Sitohang membenarkan pihaknya telah mengetahui masalah tersebut. Namun hingga saat ini belum ada yang melaporkannya ke Polsek Serbalawan.

“Ada memang kejadian itu, pihak perusahaan PT BSRE sempat mau melaporkannya, tapi kedua belah pihak masih melakukan mediasi,” kata Fritsel.

Hal itu diakui Budi Hadinata, selaku pemilik ternak. Ia mengatakan, mediasi sudah dilakukan pada Senin (3/2) sekira pukul 11.00 WIB di salah satu ruangan di Mapolsek Serbalawan, Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.

“Yang hadir saya dan dari PT BSRE ada tiga orang. Salah seorang di antaranya Fadli. Saat itu mereka meminta biaya Rp600 ribu. Namun saya keberatan karena ternak saya tidak bersalah dan tidak terbukti memakan tanaman bunga. Waktu itu saya minta tempo 1-2 hari,” kata Budi menjelaskan.

Budi berharap agar pihak PT BSRE Melangir dapat melepaskan ternak miliknya tanpa ada syarat yang memberatkan dirinya. (adi/fi)

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close