Berita

Mahasiswi Laporkan Oknum Pimpinan DPRD: Dugaan Hubungan Asmara

FaseBerita.ID – Keluarga seorang mahasiswi berinisial H (22) melaporkan salah seorang pria yang kini duduk sebagai unsur pimpinan di DPRD Tapanuli Tengah ke Badan Kehormatan Dewan (BKD). Laporan itu terkait hubungan asmaranya dengan oknum berinisial WSS tersebut.

Menurut JS alias Joko (38), keluarga dari H, saat melakukan konferensi pers di depan wartawan pada Selasa (16/6) lalu mengatakan, laporan berbentuk surat tertulis itu sudah diserahkan pihaknya yang saat itu didampingi masyarakat dan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ke BKD DPRD Tapteng pada 10 Juni lalu.

Saat itu yang menerima laporan adalah staf bernama Nia. Sebab Ketua BKD Syahrul Pasaribu sedang berada di luar kantor.

Dijelaskannya, laporan yang mereka sampaikan terkait hubungan asmara antara HNP dengan WSS yang kini menjadi unsur pimpinan DPRD Tapteng. Menurut Joko, pihaknya meminta pertanggungjawaban atas apa yang sudah diperbuat WSS terhadap H beberapa tahun belakangan. “Kami pihak keluarga hanya meminta pertanggungjawaban WSS,” katanya di depan wartawan.

Dia menceritakan, adiknya H beberapa waktu lalu telah menjalin hubungan asmara dengan WSS. Hal itu diketahui keluarga Joko setelah mahasiswi itu membuka cerita terkait hubungan asmaranya dengan WSS.

Lanjutnya, hubungan asmara antara H dan WSS mulai terjadi sejak tahun 2018 sampai dengan 2019. Pertemuan H dengan WSS bermula ketika mereka berada dalam satu organisasi, dimana H menjabat sebagai bendahara.

“Dengan segala bujuk rayu yang dilakukan WSS kepada H, sehingga adik kami rela memberikan kehormatannya. Awalnya dia berjanji akan menikahi H. Namun sampai saat ini WSS tidak menepati janjinya, sehingga kami mengambil keputusan untuk melaporkan WSS ke Badan Kehormatan Dewan,” terang Joko.

Sambungnya, persoalan ini juga sudah pernah dibahas secara kekeluargaan. Namun WSS dan keluarganya sampai saat ini masih abai dengan keinginan H. “Sudah tiga kali dilakukan pertemuan keluarga, namun tak ada jawaban. Pertemuan sebelum Lebaran di tahun 2020 ini, harapan kita kan supaya ada tanggung jawab dari WSS. Kita hanya ingin status jelas adik kita aja, meski satu hari. Itu juga sempat kita sampaikan ke keluarga WSS. Namu sampai saat ini belum ada kepastian yang jelas,” ujarnya.

“Setelah menjabat menjadi salah satu pimpinan di DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah, dia memutuskan hubungan komunikasi dengan H.”

Joko menjelaskan, pukulan berat itu kini sangat dirasakan H. Bahkan belakangan H lebih banyak mengurung diri di kamar akibat apa yang ia alami.

“Saat ini kondisi dan keadaan adik kita ini mengalami trauma atas prilaku WSS. Adik kita menanggung segala aib yang ia perbuat bersama dengan WSS selama mereka menjalin hubungan asmara,” ucapanya.

Sayangnya, WSS yang berulangkali dikonfirmasi wartawan media ini lewat telepon selulernya sejak laporan itu disampaikan ke Badan Kehormatan Dewan, belum memberikan jawaban. Saat didatangi ke gedung DPRD Tapteng, WSS juga belum berhasil ditemui.

Terpisah, Ketua Badan Kehormatan Dewan DPRD Tapteng, Syahrun Pasaribu yang dikonfirmasi awak media mengaku belum dapat memberikan keterangan resmi soal laporan dari keluarga H.

“Besok abang konsultasi ke Kabupaten Batubara. Pulang dari sana baru kita jumpa ya bang,” ujar Syahrun. (tam)



Unefa

Pascasarjana
Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close