Berita

Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD dan KPU Psp

Perjuangan Tidak Sampai di Sini, Kita akan Kembali

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Tapanuli Bagian Selatan, Rabu (22/5) sore di Kantor Kantor KPU Kota Padangsidimpuan (Psp), ditanggapi Ketua KPU, Tagor Dumora Harahap.

Sebelum mendatangi Kantor KPU, massa lebih dulu mendatangi Kantor DPRD Kota Padangsidimpuan, dengan pengawalan ketat pihak kepolisian setempat. Lewat orasi, massa meminta kepada anggota DPRD untuk menemui dan mendengar aspirasi mereka. Sayangnya, tidak satupun anggota DPRD yang datang dengan alasan tidak berada di tempat. ” Ini bukti bahwa wakil rakyat kita tidak bisa mendengar aspirasi kita. Padahal mereka dipilih oleh rakyat,” tukas Roni Ya’cub salah satu peserta aksi lewat orasinya.

Perwakilan dari BEM UMTS (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan) ini lalu mengarahkan massa untuk menuju Kantor KPU Kota Padangsidempuan.

“Di lain waktu kita akan kembali lagi ke mari (Kantor DPRD) untuk menyuarakan suara rakyat. Mari rapatkan barisan, awas penyusup, kita bergerak ke KPU Kota Padangsidimpuan,” sebutnya dan disambut pekikan takbir dari ratusan massa.

Dengan berjalan kaki sekitar 300 meter, massa tiba di Kantor KPU Kota Padangsidimpuan. Puluhan petugas keamanan tampak melakukan penjagaan ketat. Lewat pengeras suara yang disiapkan, perwakilan dari massa silih berganti kembali melakukan orasi.

Ada yang mewakili BEM UMTS, BEM Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Aufa Royhan, Himpunan Mahasiswa Alwashliyah (HIMMAH) Tapanuli Selatan- Padangsidimpuan dan massa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Mereka meminta agar dilakukan investigasi terkait, meninggalnya lebih dari 600 orang petugas penyelenggara Pemilu 2019 di seluruh daerah yang ada. Tak hanya itu, massa juga menuntut agar sengketa pemilu dapat diselesaikan secara konstitusional, terbuka dan seadil-adilnya.

Hentikan pembungkaman demokrasi, revisi undang-undang ITE Pasal 27 ayat 3. Evaluasi sistem pemilu serentak 2019, tolak proyek obor Cina dan tegakkan supremasi hukum yang pro kepada rakyat.

“Dan kami menuntut kepada KPU untuk menyatakan perasaan bersalah serta meminta maaf kepada rakyat Indonesia atas meninggalnya lebih dari 600 orang penyelenggara pemilu di Indonesia. Dan kejadian ini merupakan tragedi yang sangat memilukan,” ungkap Roni dan meminta kepada pihak KPU Kota Padangsidimpuan untuk meresponnya.

Ketua KPU Kota Padangsidimpuan, Tagor Dumora Lubis didampingi Komisioner Fadlyka Harahap menanggapi tuntutan massa. Keduanya diminta untuk naik ke mimbar terbuka yang digunakan massa untuk berorasi.

Kata Tagor, pihaknya sudah melakukan doa bersama untuk penyelenggara pemilu yang meninggal dunia dan sakit pada rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan suara tingkat KPU Kota Padangsidimpuan.

Itu dilakukan oleh seluruh penyelenggara bersama peserta Pemilu dan Forkompinda yang ada di Kota Pasangsidempuan. Pihak KPU RI, kata Tagor, juga sudah melakukan verifikasi dan validasi untuk mendata penyelenggara Pemilu baik yang sakit maupun meninggal dunia.

“Dan untuk di Kota Padangsidempuan, tidak ada petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia, hanya mengalami sakit, satu orang,” jelasnya dan menyebut pelaksanaan pemilu 2019 di Kota Pasangsidimpuan berlangsung aman serta kondusif.

Soal tuntutan menyatakan bersalah dan meminta maaf, Tagor menolaknya. Karena pihaknya sudah menyatakan berbelasungkawa dan prihatin atas adanya penyelenggara pemilu yang meninggal dan sakit.

“Kami tidak akan mengungkapkan rasa bersalah, hanya rasa prihatin dan ikut berbelasungkawa atas meninggal dan sakitnya petugas penyelenggara pemilu yang ada.” Pungkasnya dan akan meneruskan apa yang menjadi aspirasi massa kepada KPU Provinsi Sumut dan diteruskan kepada KPU RI di Jakarta.

Massa pun kemudian berjanji akan kembali datang dengan jumlah yang lebih banyak lagi dan menuntut keadilan atas pelaksanaan pemilu 2019.

“Perjuangan kita tidak sampai di sini, kita akan kembali lagi kemari. Dan kita akan terus menuntut keadilan atas pelaksanaan pemilu yang banyak memakan korban jiwa,” teriak Roni dan selanjutnya meninggalkan Kantor KPU bersama ratusan massa lainnya. (san)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close