Berita

Mahasiswa Siantar: Lebih Baik Mati untuk Membela Rakyat

Demo Tolak UU  Omnibus  Law

SIANTAR, FaseBerita.ID– Gerakan Rakyat Melawan (GRM) kembali melakukan aksi damai menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Kamis (15/10). Massa menegaskan mereka lebih baik mati demi membela rakyat.

“Kita tidak percaya kepada DPRD. Sebab mereka tidak ada di sini. Hanya polisi yang berada di sini. Ada apa dengan DPRD,” teriak massa GRM.

Ratusan massa menggelar aksi yang start-nya dimulai dari Jalan Merdeka, Jalan Sutomo hingga depan Gedung DPRD. Kedatangan mereka masih sama, yakni mengajukan aksi damai tetap menolak UU Omnibus Law.

Hanya saja, setibanya di lokasi, tak satupun anggota Dewan yang menemui massa. Oleh massa, satu per satu mengajukan aspirasi dengan cara puisi.

“Pemerintah telah menyerahkan UU Cipta Kerja serta naskah Akademik kepada DPR RI pada tanggal 12 Februari 2020. Beberapa dampak ketidakadilan dan pembentukan serta pengesahan Omnibus Law adalah penindasan hak-hak buruh sebagai pekerja,” terang mereka.

Menurut mereka, UU Cipta Kerja ini semakin menjadikan posisi buruh pekerja sangat rentan. Karena regulasi adalah kepentingan akumulasi Kapital serta keuntungan kepada pengusaha.

“Seperti yang terdapat pada Pasal 77 A ayat (2) RUU Cipta Kerja terkait peningkatan kerja lembur pada jenis pekerjaan,” terangnya.

Dengan ini, sambung mereka, sudah banyak berbagai elemen masyarakat menolak. Mulai dari mahasiswa, buruh, petani sampai ke pedangang.

“Namun DPR malah menyatakan jalur ke MA bila ingin protes. Maka dengan itu seluruh elemen masyarakat Gerakan Rakyat Melawan dengan tegas menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja,” tegas mereka.(ros/fi)





Back to top button